Rektor Lantik 25 Pejabat Baru Unila

(Unila): Rektor Universitas Lampung (Unila) Prof. Hasriadi Mat Akin kembali memberhentikan sejumlah pejabat dan mengangkat kembali sebagian pejabat di lingkungan kampus setempat. Kegiatan dilakukan di aula pelantikan gedung Rektorat lantai IV, kemarin, Senin (14/3).

Pelantikan kali ini melibatkan pergantian sejumlah pejabat lama mulai dari level lembaga, UPT, biro, fakultas, hingga jurusan. Tercatat ada 25 nama pejabat yang mengalami penyegaran organisasi di unit kerja yang mereka pimpin sebelumnya.

Di antaranya Prof. Warsito sebagai Dekan FMIPA menggantikan Prof. Suharso, Drs. Sarwoko sebagai Kepala UPT Kearsipan menggantikan Sartini, S.H. M.H., lalu Dr. Ir. Paul B. Timotiwu sebagai Kepala UPT Laboratorium Terpadu dan Sentra Inovasi Teknologi menggantikan Drs. Andi Setiawan, Ir. Warsono sebagai Ketua LPPM menggantikan Drs. Admi Syarif, Ph.D., dan Harsono Sucipto, S.H., M.H., sebagai Kepala Biro Akademik dan Kemahasiswaan menggantikan Drs. Mardi Syahperi.

Dalam sambutannya rektor mengatakan, pergantian pejabat merupakan sebuah hal biasa dalam organisasi yang sehat. Ia menyampaikan, terlalu lama menjabat dalam suatu jabatan akan merugikan institusi maupun pejabat itu sendiri.

“Sebagai manusia biasa tentu punya kelemahan, jika titik kelemahan itu dibiarkan terlalu lama akan menjadi borok yang merugikan. Oleh karena itu dibutuhkan penyegaran dalam organisasi. Ini salah satu bagian dari reformasi birokrasi,” ujarnya.

Berkaitan dengan menjadikan Unila sebagai research university, Hasriadi mengatakan, bahwa 60 persen penilaian universitas berasal dari riset, hasil-hasil riset, beserta turunannya. Oleh sebab itu Unila harus mempertajam hal tersebut.

Semua data penelitian harus terfragmentasi kepada penelitian-penelitian dosen. Kepala LPPM juga wajib fokus pada apa objek-objek penelitian yang dapat diberdayakan di Lampung. “Kita akan merestrukturisasi pusat-pusat penelitian karena tidak akan cukup seorang peneliti menopang 60 persen penilaian. Maka kita ingin penelitian ini menjadi tanggungjawab bersama, karena ini harga mati,” paparnya.

Guru Besar Fakultas Pertanian ini juga berpesan kepada seluruh pejabat baru agar mencerminkan visi Unila dalam setiap tupoksinya. Untuk menuju good university Hasriadi pun meminta semua unit kerja mengantongi sertifikat ISO, setidak-tidaknya tahun 2017. “Setelah ISO kita akan go internasional. “Bangun mindset baru, budaya baru, budaya 10 besar. Ikuti budaya mutu dan organisasi yang benar agar memudahkan kita meraih 10 besar,” pungkasnya.[inay]