(Unila): Pemilihan Rektor (pilrek) Universitas Lampung (Unila) periode 2019–2013 berlangsung kondusif. Rektor terpilih Unila Prof. Dr. Karomani, M.Si., telah dilantik Nadiem Makarim, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan di Jakarta 25 November lalu.

Menyusul kesuksesan penyelengaraan pilrek yang berlangsung aman, Universitas Lampung mengadakan tasyakuran dan doa bersama di rumah dinas rektor, Sabtu (7/12/2019).

Acara dihadiri wakil rektor bidang umum dan keuangan, wakil rektor bidang PK-TIK, para dekan, direktur pascasarjana, para ketua lembaga, kepala biro, rektor senior Unila Prof. Muhajir Utomo, KH. Ishomuddin dan KH. Muhsin Abdilah selaku perwakilan Rois Suryah PBNU, serta tamu undangan.

Di kesempatan itu Prof. Karomani mengucapkan terima kasih kepada para undangan yang telah meluangkan waktu untuk hadir. Menurutnya, tasyakuran dan doa bersama digelar untuk dua hal, pertama karena Universitas Lampung telah berhasil melewati pemilihan rektor yang begitu damai, sejuk, dan penuh kekeluargaan.

Selain itu doa bersama diadakan karena Prof. Karomani akan melaksanakan ibadah umroh pada 10 Desember mendatang. Selama itu tugas harian rekor akan diamanahkan kepada Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan Prof. Dr. Ir. Muhammad Kamal, M.Sc.

Aom, sapaan akrab Prof. Karomani, berujar, jabatan di universitas hanya sementara. Hari ini menjabat rektor, setelah itu kembali menjadi dosen biasa. “Jadi kalau jadi rektor tidak boleh sombong-sombong dengan. Nanti tidak diberi tempat duduk setelah selesai jadi rektor. Begitu kira-kira Prof. Muhajir menasihati saya,” imbuhnya.

Aom juga mengimbau seluruh keluarga besar Universitas Lampung dapat bersama-sama bersinergi membesarkan kampus di tengah-tengah tantangan global yang luar biasa. Terlebih Unila kini tengah berada pada tahap penguatan daya saing regional dan internasional. Hal itu tidak mudah dilaksanakan sehingga memerlukan sinergitas dari seluruh bagian.

“Saya juga minta doa restu semuanya. Insyaa Allah saya mulai tanggal 10 Desember 2019, akan melaksanakan Ibadah Umroh. Mudah-mudahan ada berkah, ada kemudahan saya menjadi nahkoda di Unversitas Lampung,” ujarnya.

KH. A. Ishomuddin selaku Rois Suryah PBNU menyampaikan, jabatan adalah amanah dari Allah SWT yang tidak boleh dikhianati. Dirinya mengaku tersentuh dengan ungkapan Rektor Unila.

“Tidak ada jabatan kecuali hanya untuk sementara waktu. Saya tersentuh dengan ucapan pak Rektor Unila. Jadi rektor itu sementara saja, oleh karena itu tidak ada sedikitpun rasa arogansi selama menjadi rektor. Mudah-mudahan Prof. Karomani menjadi rektor untuk semua bukan hanya untuk yang telah mendukungnya,” kata dia.[Penda_Humas]