(Unila): Rektor Universitas Lampung (Unila) Prof. Dr. Karomani, M.Si., mendampingi Ketua Umum PPI Pusat Heru Derwanto menghadiri pengukuhan 44 insinyur pada Program Profesi Insinyur (PPI). Kegiatan dilaksanakan di Hotel Bukit Randu, Bandarlampung, Senin (9/12/2019) malam.

Dr. Eng. Ir. Dikpride Despa, S.T., M.T., IPM selaku Ketua Program Studi Program Profesi Insinyur (PPI) Unila menyampaikan, Program Studi Profesi Insinyur Unila saat ini sudah memiliki tiga angkatan.

Angkatan pertama dan kedua merupakan para dosen di lingkungan Universitas Lampung. Yang dikukuhkan pada hari ini adalah angkatan ketiga yang terdiri dari 23 orang akademisi, 11 orang birokrasi, 10 orang praktisi.

Di kesempatan yang sama Heru Derwanto mengatakan, tidak ada yang lebih membanggakan bagi para insinyur di Indonesia ketika menyaksikan lompatan negeri ini dalam 5 tahun terakhir. Peran insinyur di Indonesia tidak diragukan lagi. Insinyur adalah para patriot pembangunan yang sesungguhnya di Indonesia.

Para insinyur Indonesia berkontribusi dari semua lini mulai dari pembangunan jalan tol, bandara, pelabuhan, sampai dengan mobile listrik, hingga pemindahan ibu kota. Karya gemilang para insinyur Indonesia dalam lima tahun terakhir telah mendapatkan pengakuan dan apresiasi dari 10 organisasi insinyur se-Asia Tenggara.

Hal ini ditunjukkan dengan pemberian award ASEAN Federation of Engineering Organisations (AFEO) Patron kepada presiden RI Ir. Joko Widodo yang penghargaannya di berikan pada 12 September lalu. Penghargaan itu ditujukan kepada seluruh insinyur di seluruh Indonesia karena karya-karya gemilangnya dalam waktu lima tahun terakhir.

Manusia unggul adalah kunci penting kemajuan bangsa karena berada pada masa inovasi teknologi yang luar biasa berjalan cepat. Melalui persatuan insinyur, Indonesia akan membangun data base insinyur untuk pertama kalinya.

Heru juga membeberkan, dari 40 institusi yang mendapat mandat baru 29 perguruan tinggi yang melaksanakan PSPPI. Salah satunya adalah Universitas Lampung. “Terima kasih kepada Universitas Lampung, tanpa itu Program PPI di Indonesia akan menjadi kendala,” ujarnya.

Prof. Karomani, M.Si., pada kesempatan itu mengucapkan selamat kepada para peserta yang dikukuhkan karena telah memperoleh sertifikat insinyur profesional. Menurut Aom, sapaan akrab Prof. Karomani, profesi insinyur saat ini memang sangat dibutuhkan negara.

“Saya akan meneruskan estafet kepemimpinan setelah Rektor sebelumnya Prof. Hasriadi mendukung penuh segala upaya menyukseskan PPI karena lima tahun ke depan kita membutuhkan kurang lebih 300.000 insinyur,” imbuhnya.[Penda_Humas]