Slider: images not found

(Unila): Rektor Universitas Lampung Prof. Dr. Hasriadi Mat Akin, M.P., membuka kegiatan “Lokakarya Pemugaran Lahan Kering Bereaksi Asam dan Marginal” yang diselenggarakan di Aula Fakultas Pertanian Universitas Lampung (FP Unila), Senin (29/10/2018).

Kegiatan yang digelar dalam rangka Dies Natalis Fakultas Pertanian Universitas Lampung ke- 45 ini menghadirkan beberapa narasumber, antara lain Prof. Dr. Ir. Muhajir Utomo, M.Sc., yang menyampaikan materi tentang “Pengelolaan Tanah Terpadu untuk Menunjang Sistem Pertanian Berkelanjutan”.

Kemudian Prof. Dr. Ir. Irwan Sukri Banuwa, M.Si., tentang “Teknologi Konservsi Tanah dan Air untuk Meningkatkan Kesuburan Tanah Masam dan Marginal”; Dr. Husnain, M.Sc., yang menyampaikan materi tentang “Peningkatan Produktivitas Tanah Masam dan Marginal Melalui Teknik Pengelolaan Hara dan Pupuk’; serta Prof. Dr. Dedik Budianta yang menyampaikan materi tentang “Peran olomit dan Amelioran dalam Memperbaiki Kesuburan Tanah”.

Tanah marginal atau “suboptimal” merupakan tanah yang potensial untuk pertanian, baik untuk tanaman pangan, tanaman perkebunan, maupun tanaman hutan.

Secara alami, kesuburan tanah marginal tergolong rendah. Hal ini ditunjukkan oleh reaksi tanah yang masam, cadangan hara rendah, basa-basa dapat tukar dan kejenuhan basa rendah, sedangkan kejenuhan aluminium tinggi sampai sangat tinggi.

Irwan Sukri Banuwa yang juga Dekan Fakultas Pertanian Universitas Lampung menuturkan, Sumatera memiliki luas lahan kering yang  bereaksi masam kurang lebih 29 juta hektare, sedangkan Provinsi Lampung sendiri sebesar 2,65 juta hektare.

Menurutnya, besaran lahan kering yang berpotensi masam sangat luar biasa. Dari kondisi itu diketahui para ahli ilmu tanah bersepakat bahwa lahan kering yang berpotensi masam memiliki karakteristik kesuburan tanah yang sangat rendah baik secara kimia, fisika, maupun biologi.

“Sehingga sumber daya lahan merupakan salah satu faktor yang sangat menentukan keberhasilan sistem usaha pertanian. Hampir semua usaha pertanian berbasis sumber daya lahan,” tuturnya.

Hal senada juga diungkapkan Rektor Universitas Lampung saat menyampaikan sambutan. Kesejahteraan masyarakat Indonesia menurutnya sangat ditentukan oleh bidang pertanian.

“Pada abad ke 21 ekonomi kita sangat tergantung pada pertanian dan bukan pada informatika. Artinya jangan kita larut dengan teknologi sementara kebutuhan pokok terabaikan,” pungkas mantan Wakil Rektor Bidang Akademik Unila ini.[Penda/Inay_Humas]