Rektor Bekali Mahasiswa Program P2TKI-KKN Tematik

(Unila): Perguruan tinggi (PT) ditantang untuk lebih berperan dalam globalisasi ekonomi. Kerja sama PT dan masyarakat seharusnya dikembangkan melalui pola pemberdayaan masyarakat. Kerja sama tersebut mendukung kebijakan pemerintah pusat dan daerah.

Demikian disampaikan Rektor Universitas Lampung (Unila) Prof. Hasriadi Mat Akin saat menyampaikan materi pembekalan informasi program Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (P2TKI) melalui pola kerja sama Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Unila, di ruang sidang lantai II Rektorat, Minggu (4/6/2017).

Pembekalan P2TKI bekerja sama dengan Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) ini dilakukan bagi 100 mahasiswa terpilih pada 3-4 Juni 2017 di kampus setempat.

Menurut Hasriadi, pemberdayaan masyarakat harus direncanakan agar keberhasilan jangka panjangnya terasa, melalui peningkatan kerja sama, peningkatan sinergi kegiatan pembelajaran, pengabdian, dan penelitian, serta peningkatan pembelajaran penanaman nilai-nilai dan sikap yang baik pada lulusan perguruan tinggi.

Tiga aspek relevansi program, lanjutnya, dapat dicapai melalui penguatan kompetensi dosen, pemberdayaan masyarakat, dan pemberdayaan institusi.

“KKN tematik ini merupakan bentuk nyata tridarma perguruan tinggi yakni pengabdian pada masyarakat. Salah satunya Unila berkarya dan berinovasi untuk bangsa, membawa misi untuk berkontribusi di tengah-tengah masyarakat menyampaikan informasi tertentu dalam kesempatan ini mengenai permasalahan tenaga kerja Indonesia berkerja sama dengan BNP2TKI.”

Deputi Penempatan BNP2TKI Agusdin Subiantoro menambahkan, mahasiswa setelah mendapatkan pembekalan selama dua hari akan diterjunkan di 20 desa kantong TKI seperti Lampung Selatan, Pesawaran, dan Tanggamus. Pihaknya berharap, mahasiswa sebagai agen pembangunan dan teladan dengan berbekal iptek dapat membantu menyelesaikan permasalahan yang berkaitan dengan TKI.[Manda/Inay_Humas]