(Unila): Universitas Lampung (Unila) mengukuhkan 32 insinyur dari Program Studi Program Profesi Insinyur (PSPPI) angkatan XV, dalam acara Pengukuhan dan Pengambilan Sumpah Insinyur yang digelar di Hotel Grand Mercure Lampung, Minggu, 26 April 2026.
Kegiatan ini dihadiri Rektor Unila Prof. Dr. Ir. Lusmeilia Afriani, D.E.A., IPM., ASEAN Eng., Gubernur Provinsi Lampung Rahmat Mirzani Djausal, S.T., M.M., Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Dr. Marindo Kurniawan, S.T., M.M., Wakil Ketua Umum PII Pusat Prof. Dr. Ir. Agus Taufik Mulyono, M.T., IPU., ASEAN Eng., Ketua PII Wilayah Lampung Dr. Ir. Mulyadi Irsan, M.T., IPU., ASEAN Eng.
Turut hadir Ketua PII Cabang Bandar Lampung Ir. Hamzah, S.T., Wakil Bupati Banyuasin Ir. Netta Indian, S.P., Dekan Fakultas Teknik Unila Dr. Ahmad Herison, S.T., M.T., Ketua Program Studi PSPPI, jajaran Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung, seluruh dosen, serta para calon insinyur angkatan XV.
Rektor dalam sambutannya menyampaikan, para insinyur memiliki peran strategis di tengah dinamika teknologi dan kompleksitas pembangunan saat ini, serta menyatakan keyakinannya bahwa lulusan Unila akan menjadi garda terdepan dalam menghadirkan solusi inovatif yang tetap menjunjung prinsip keberlanjutan.
“Para insinyur memiliki peran strategis di tengah dinamika teknologi dan kompleksitas pembangunan saat ini. Kami percaya lulusan Unila akan menjadi garda terdepan dalam menghadirkan solusi inovatif yang tetap menjunjung prinsip keberlanjutan,” ujarnya.
Ia juga menambahkan, hingga saat ini PSPPI Unila telah meluluskan sebanyak 1.150 insinyur, menjadikannya salah satu yang tertinggi di wilayah Sumatra. Para alumni tersebut telah berkontribusi di berbagai sektor, baik pemerintahan, BUMN, maupun swasta.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum PII Pusat, menyampaikan, praktik keinsinyuran harus dipahami sebagai aktivitas yang mengintegrasikan kepakaran, ilmu pengetahuan, dan teknologi untuk menghasilkan nilai tambah yang berkelanjutan.
“Praktik keinsinyuran mencakup berbagai bidang, mulai dari pembangunan infrastruktur hingga pendidikan dan pengembangan ilmu. Semua itu harus mengedepankan keselamatan, kesehatan, kemaslahatan, serta kesejahteraan masyarakat dan lingkungan,” ungkapnya.
Ia turut menekankan pentingnya penguatan kreativitas dan inovasi dalam komunitas keinsinyuran. Hal ini dinilai menjadi kunci di tengah pertumbuhan ekonomi yang dinamis, di mana berbagai sektor berkembang pesat dan membutuhkan peran insinyur yang adaptif, kolaboratif, serta mampu menghadirkan solusi nyata bagi kebutuhan masyarakat, khususnya di daerah.
Selain itu, ia menyampaikan apresiasi terhadap kebijakan progresif Pemerintah Provinsi Lampung melalui instruksi gubernur yang mendorong kewajiban kepemilikan Surat Tanda Registrasi Insinyur (STRI) dalam praktik jasa konstruksi.
Kebijakan tersebut dipandang sebagai langkah konkret dalam memperkuat profesionalisme dan standar kompetensi insinyur di Indonesia. Pada puncak acara, para calon insinyur angkatan XV secara resmi dikukuhkan melalui prosesi pengambilan sumpah insinyur yang dipimpin perwakilan PII.
Prosesi berlangsung khidmat dengan pembacaan sumpah yang diikuti seluruh peserta sebagai bentuk komitmen menjalankan praktik keinsinyuran secara profesional, berintegritas, serta menjunjung tinggi etika dan tanggung jawab sosial.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyematan tanda profesi insinyur dan penyerahan sertifikat kepada para lulusan sebagai simbol resmi pengukuhan.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, Gubernur Provinsi Lampung turut dinobatkan sebagai lulusan terbaik pertama PSPPI Unila angkatan XV. Penghargaan tersebut diberikan atas capaian akademik dan kompetensi yang ditunjukkan selama mengikuti pendidikan profesi insinyur.
Acara ini menjadi wujud komitmen Unila dalam mencetak sumber daya manusia unggul di bidang keinsinyuran. Melalui sinergi antara perguruan tinggi, organisasi profesi, dan pemerintah, diharapkan para insinyur lulusan Unila mampu memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan nasional.
Unila berharap para insinyur yang baru dikukuhkan mampu menjalankan peran profesionalnya secara optimal, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta memberikan kontribusi nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat, bangsa, dan negara. [Magang_Yuki Azzahra]



