(Unila): Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Lampung (Unila), Prof. Dr. Sunyono, M.Si., yang juga menjabat sebagai Dewan Pakar Ikatan Guru Indonesia (IGI) Wilayah Lampung, menjadi narasumber dalam kegiatan Musyawarah Wilayah (Muswil) III IGI Wilayah Lampung 2026 yang digelar di Aula Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Lampung, Sabtu, 16 Mei 2026.
Mengusung tema “Bersinergi, Berinovasi, dan Berkolaborasi untuk Pendidikan Lampung yang Maju”, kegiatan tersebut menjadi wadah bagi para pendidik untuk memperkuat sinergi sekaligus mendorong transformasi pendidikan di Provinsi Lampung melalui berbagai gagasan dan inovasi pembelajaran.
Ikatan Guru Indonesia (IGI) sebagai organisasi profesi guru turut mengambil peran dalam mendukung peningkatan kompetensi tenaga pendidik melalui kolaborasi, pengembangan kapasitas, serta penguatan inovasi pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan pendidikan.
Prof. Sunyono dalam pemaparannya menjelaskan pentingnya penerapan pembelajaran mendalam (deep learning) dan growth mindset dalam menciptakan proses belajar yang lebih bermakna, kontekstual, serta menyenangkan bagi peserta didik.
Menurutnya, pembelajaran tidak hanya berfokus pada penyampaian materi, tetapi juga perlu membangun kesadaran, rasa ingin tahu, dan pengalaman belajar yang relevan dengan kehidupan sehari-hari siswa.
“Sesungguhnya pendidikan mendalam ini sudah lama. Setiap kita melaksanakan pembelajaran, mestinya harus mendalam. Kuncinya ada tiga, yaitu mindfulness, meaningfulness, dan joyfulness,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan, pembelajaran yang kontekstual menjadi salah satu pendekatan efektif untuk membangun rasa ingin tahu serta keterlibatan aktif siswa dalam proses belajar.
Menurutnya, materi pembelajaran yang dikaitkan dengan fenomena sederhana di sekitar peserta didik akan lebih mudah dipahami sekaligus membentuk pemahaman yang bertahan dalam jangka panjang.
“Pembelajaran yang bermakna adalah ketika siswa tidak hanya menghafal materi, tetapi mampu memahami dan menghubungkannya dengan kehidupan sehari-hari sehingga pengetahuan itu dapat tersimpan dalam long term memory,” ungkapnya.
Prof. Sunyono turut menyoroti pentingnya penerapan growth mindset dalam dunia pendidikan. Ia menilai pola pikir bertumbuh dapat membantu peserta didik melihat tantangan, hambatan, maupun kesulitan belajar sebagai bagian dari proses pengembangan kemampuan, bukan sebagai bentuk kegagalan.
Selain itu, ia menekankan pembelajaran mendalam perlu diintegrasikan dengan konteks lokal dan pengalaman nyata siswa agar proses belajar tidak hanya berorientasi pada hafalan, tetapi juga mampu mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, kolaborasi, serta penguatan karakter peserta didik.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan sinergi antara perguruan tinggi, organisasi profesi guru, dan para tenaga pendidik di Lampung dapat terus diperkuat guna menciptakan ekosistem pendidikan yang inovatif, adaptif, dan relevan dengan kebutuhan masa depan. [Magang_Yuki Azzahra]


