Prof. Khaidir Anwar Berpulang

DUNIA Pendidikan Provinsi Lampung, khususnya Universitas Lampung (Unila) kembali berduka.

Profesor Ilmu Hukum Internasional Fakultas Hukum (FH) Unila Prof. Dr. Khaidir Anwar ZP, S.H, M.H berpulang, Rabu, (11/11) dini hari pukul 03.00 WIB. Khaidir atau yang biasa disapa Diding adalah adik bungsu mantan Gubernur Lampung Sjachroedin ZP.

Sebelumnya pada bulan April 2015 lalu, ia dikukuhkan menjadi profesor hukum internasional. Dalam kesempatan itu, Khaidir mengimbau agar insan kampus menjauhi perilaku menjiplak atau plagiarisme.

Salah seorang keponakan almarhum, Monica, putri Syafariah Widianti (Atu Ayi) membenarkan adik kandung ibunya itu wafat.

“Almarhum orang baik, dekat kepada keluarga. Kami semua kehilangan,” ujarnya.

Rektor Unila Prof. Dr. Sugeng P. Harianto, M.S  juga mengaku kehilangan atas wafat koleganya tersebut.

“Civitas akademika Unila merasa kehilangan dan sangat berduka. Jasa-jasa juga pengabdian beliau tak akan terlupakan,” katanya, saat ditemui di rumah duka di Jl.Kacapiring, Pahoman.

Pada kesempatan wawancara Maret 2015 lalu, Pria kelahiran Tanjungkarang, 14 Maret 1955, ini mengaku tak pernah berpikir akan berkonsentrasi pada bidang ilmu yang mengantarkannya menduduki posisi tertinggi dalam karir akademik itu.

’’Awalnya nggak sengaja. Baru semester lima saya tekuni. Banyak pihak yang memengaruhi saya menekuni hukum internasional. Salah satunya dosen pembimbing saya yang juga mantan dekan Fakultas Hukum (FH) Bapak R. Yunada,” jelasnya.

Suasana haru menyelimuti pengukuhannya di Gedung Serbaguna Universitas Lampung (Unila).

Di akhir orasinya, Diding sempat terbata. Bukan karena salah, tetapi lantaran meneteskan air mata haru. Sebab, kedua orang tuanya tidak bisa merasakan hari paling berbahagianya itu. ’’Walaupun beliau berdua tidak sempat melihat saya berdiri dengan gagah di podium ini, saya yakin mereka tersenyum bahagia dan bangga di alam lain,” isaknya.

Di akhir acara, Diding juga memberikan tali asih kepada guru-gurunya ketika di SMA Negeri 2 Bandarlampung, 20 anak Panti Asuhan Al-Banin, dan 10 mahasiswa berprestasi dari fakultas hukum (FH). [Naufal A. Caya]