(Unila): Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Lampung (Unila) menggelar Seminar Internasional “International Conference on Marine and Coastal Engineering and Sciences (ICMACES) 2019”, Jumat (23/8/2019), di Hotel Emersia, Bandarlampung.

Kegiatan yang akan berlangsung selama dua hari itu mengusung tema “Balancing Marine and Coastal Ecosystem to Support Blue Carbon and Sustainable Economic Development”.

Hal tersebut bertujuan salah satunya untuk menghasilkan rekomendasi kebijakan tentang menyeimbangkan ekosistem laut dan pesisir untuk mendukung pengembangan karbon biru dan pembangunan ekonomi berkelanjutan. Tema tersebut telah menjadi salah satu isu mendesak untuk dikaji lebih dalam.

Wakil Rektor Bidang Akademik Unila Prof. Bujang Rahman mewakili Rektor dalam sambutannya mengatakan, sebagai bagian dari komitmen dalam menanggapi isu-isu seputar ekosistem laut, pesisir, sekaligus ekonomi berkelanjutan, Universitas Lampung berupaya untuk terus menyelenggarakan kegiatan-kegiatan berbasis ilmiah sebagai bagian dari road map university menuju universitas riset.

Poin penting yang menjadi inti kegiatan, kata Bujang, adalah bagaimana menjadikan kelautan Indonesia berperan aktif menghasilkan sumber daya bagi kemajuan perekonomian bangsa. Oleh karena itu dibutuhkan cara maupun terobosan baru yang efektif untuk menggali potensi kelautan dan mengembangkannya guna mempercepat pertumbuhan ekonomi negara.

Tak hanya itu, Bujang juga mengingatkan, bencana alam seperti tsunami dan gempa dapat terjadi kapan saja. Hal itu dapat menyebabkan kerusakan di laut juga daerah pesisir sehingga sangat dibutuhkan kajian mendalam berkenaan dengan faktor penyebab sekaligus antisipasi dari masing-masing jenis bencana ini.

Mantan Dekan FKIP ini berharap, seminar internasional ini mampu mengidentifikasi berbagai strategi yang tepat untuk menyeimbangkan ekosistem laut dan pesisir sebagai sumber daya penggerak perekonomian bangsa.

Pemberdayaan daerah pesisir menjadi salah satu unggulan sealigus keunikan bagi internasionalisasi Universitas Lampung ke depan. “Semoga kegiatan ini dapat menjadi ajang komunikasi, tukar, serta membangun gagasan yang mempertemukan para pakar, pengkaji, dan pembuat kebijakan berkenaan dengan dua tema yang diusung,” pungkasnya.

Beberapa isu yang disajikan dalam seminar ini di antaranya mengulas tentang “Budidaya Laut yang Mendukung Ekonomi Biru”, “Pemberdayaan Sosial Pesisir, Manajemen dan Layanan Kelautan dan Pesisir”.

Adapun pembicara utama kegiatan ini di antaranya Ryohei Kada, Ph.D., dari Sijonawate Gakuen University, Jepang dengan judul materi “Pemberdayaan Sosial untuk Risiko Bencana Alam”; dan Takahiro Sayama dari Universitas Kyoto, Jepang, dengan judul materi “Pelajaran untuk Belajar dari Hidrologi dan Pemetaan Banjir dari DAS Batanghari”; Rattanawan Mungkung dari Universitas Kasetsart, Thailand, dengan judul materi Teknologi dan Manajemen Lingkungan.[Inay_Humas]