(Unila): Sinergi antara akurasi data statistik dan stabilitas kebijakan moneter menjadi pondasi utama dalam Talk Show pada Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Provinsi Lampung, di Balai Keratun Komplek Pemerintah Provinsi Lampung Bandar Lampung, Senin, 13 April 2026.
Universitas Lampung (Unila), melalui peran aktif Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi, Prof. Dr. Ayi Ahadiat, S.E., M.B.A., bertindak sebagai moderator dalam sesi talk show strategis tersebut.
Kehadiran akademisi dalam forum ini menjadi jembatan intelektual untuk menyelaraskan analisis makro ekonomi dengan implementasi kebijakan yang berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat Lampung.
Agenda tahunan ini dibuka dengan khidmat oleh Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, yang memberikan arahan strategis di hadapan jajaran Forkopimda Provinsi Lampung, serta para Bupati dan Wali Kota dari 15 kabupaten/kota se-Provinsi Lampung yang hadir secara langsung maupun mewakili daerahnya.
Momentum ini menjadi wadah konsolidasi besar untuk memastikan arah pembangunan daerah sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045.
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menegaskan bahwa penyusunan perencanaan pembangunan tahun ini bertumpu pada hasil serapan aspirasi rakyat yang diperoleh dengan turun langsung melihat dan mendengar berbagai usulan serta persoalan di tengah masyarakat.
Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya membangun resiliensi total melalui ketangguhan mental dan sinergi kebijakan dengan pemerintah pusat guna menghadapi dinamika global.
Gubernur juga menginstruksikan jajaran birokrasi untuk mengadopsi standar kerja baru yang responsif melalui adaptasi cepat dan akurat tanpa kehilangan presisi, serta senantiasa berpikir terbuka dan proaktif dalam menjemput bola.
Sebagai langkah konkret menuju Lampung yang maju, digitalisasi pelayanan publik melalui platform seperti Lampung-In ditegaskan bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah keharusan untuk menciptakan tata kelola pemerintahan yang lebih cepat dan responsif.
Memasuki sesi dialog yang dipandu oleh Prof. Dr. Ayi Ahadiat, diskusi terfokus pada penguatan investasi melalui hilirisasi. Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, Bimo Epyanto, memaparkan pentingnya menciptakan nilai tambah bagi produk unggulan daerah.
Ia meyakini hilirisasi produk pertanian ditujukan agar menjadi value added bagi komoditas unggulan lokal, sekaligus untuk pemerataan ekonomi daerah termasuk dalam penyerapan tenaga kerja serta peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Ia juga mencatat kinerja ekonomi Lampung saat ini berada pada posisi ketiga di Sumatra, yang menunjukkan daya saing daerah yang semakin kuat.
Melengkapi perspektif tersebut, Kepala BPS Provinsi Lampung, Ahmadriswan Nasution, menyoroti urgensi data yang valid melalui Sensus Ekonomi 2026. Pembangunan yang berkualitas perlu didukung dengan data yang berkualitas dan terintegrasi.
BPS senantiasa memastikan data masyarakat dipergunakan untuk keperluan statistik pembangunan. Ia juga mengklarifikasi kekhawatiran pelaku usaha mengenai fungsi data tersebut. Sensus Ekonomi bukanlah dasar pemungutan pajak, melainkan data murni untuk keperluan statistik pembangunan.
Dialog ini berhasil merumuskan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk menjaga stabilitas harga dan mendorong investasi strategis, seperti rencana hilirisasi ayam terintegrasi yang diprediksi akan menjadi motor baru pertumbuhan ekonomi di Lampung pada tahun mendatang. [Riky Fernando]



