Petani Tubaba Nikmati Padi Hasil Penelitian Unila

(Unila): Sekretaris Kabupaten Tulangbawang Barat Herwan Sahri bersama Dekan Fakultas Pertanian Unila Irwan Sukri Banuwa melakukan panen raya musim rendeng padi hibrida di Tiyuh Pulungkencana, Tulangbawang Tengah, Kamis (23/3/20170.

Panen raya padi hibrida jenis Mapan 05 dan Cimelati tersebut merupakan tanaman kajian paket teknologi budi daya padi sawah kerja sama Pemkab Tubaba dan Fakultas Pertanian Universitas Lampung. Penanaman dua jenis padi tersebut dilakukan di tiga kecamatan yakni Tiyuh Pulungkencana (Tulangbawang Tengah), Magrakendana (Tulangbawang Udik), dan Dayaasri (Tumijajar).

Dari hasil penelitian, dua varietas padi ini dinilai sangat menguntungkan petani. Sebab, dari hasil panen bisa mencapai 8 ton/ha, dengan biaya produksi lebih rendah dari varietas lain. “Hasil penelitian ini sangat membantu para petani di Kabupaten Tubaba. Hasil penelitian ini diharapkan bisa membangkitkan kesejahteraan petani,” ujar Sekkab Herwan Sahri.

Herwan mengatakan, dari hasil penelitian tersebut membuktikan dua varietas hibrida ini bisa menjadi produk unggulan karena sesuai dengan kultur tanah di kabupaten setempat. “Hasil penelitian ini bukan katanya, melainkan sudah dicoba dan dipanen di tiga kecamatan. Harapan kami penelitian seperti ini bisa diterapkan bukan pada tanaman padi saja,” ujarnya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Pertanian Unila Irwan Sukri Banuwa mengatakan, untuk melakukan penelitian dua varietas padi hibrida terseut, tim Unila melakukan uji coba penanaman di tiga kecamatan. Sebelum melakukan uji coba pihaknya terlebih dahulu melakukan penelitian tanah/sawah di 41 titik sampel di tiga kecamatan. Dari hasil penelitian ternyata lahan sawah di kabupaten ini yang dikatakan subur, ternyata masuk kategori rendah alias tidak subur.

“Dari hasil penelitian tanah tersebut, kami melakukan penelitian pola tanaman dengan menerapkan delapan perlakuan dengan tanpa meningkatkan PH tanah.”

Irwan menjelaskan metodologi penelitian yang dilakukan Fakultas Pertanian Unila di tiga kecamatan tersebut menggunakan faktor tunggal paket teknologi dalam rangcangan acak kelompok.[lampungpost/iny]