(Unila): UPT Perpustakaan Universitas Lampung (Unila) memperoleh hibah perpustakaan digital dan konten e-book dari PT Enam Kubuku Jogjakarta senilai Rp153,75 juta.

Hibah itu diluncurkan Rektor Unila Prof. Hasriadi Mat Akin, M.P., di ruang sidang utama Rektorat lantai 2, Rabu (8/5/2019). Penyerahan hibah turut dihadiri Direktur PT Enam Kubuku Jogjakarta Drs. Josep Edyanto, S.E., dan jajaran.

Ketua UPT Perpustakaan Unila Dr. Mardiana menyampaikan, aplikasi ini diperuntukkan bagi perpustakaan pusat dan ruang baca yang ada di fakultas maupun program studi (prodi) di lingkungan kampus.

Konten hibah terseleksi meliputi subjek dan kategori dari delapan fakultas di Unila. Dari seleksi diperoleh sekitar 200 judul dan 1.203 eksemplar.

“Eksemplar yang dimaksud yakni jumlah copy yang bisa diakses dan dibaca bersama dalam satu waktu oleh pengguna perpustakaan digital,” jelasnya.

Pengelolaan aplikasi perpustakaan digital tersebut akan dilakukan UPT Perpustakaan Unila. Sedangkan konten-konten yang berhubungan dengan subjek maupun kategori prodi bisa dilakukan bersama pengelola ruang baca di tiap fakultas.

Mardiana menambahkan, UPT Perpustakaan telah menganggarkan penambahan konten elektronik dan cetak untuk menambah koleksi. Ia berharap aplikasi itu bisa melancarkan semua tujuan mahasiswa terkait penelitian dan pembelajaran.

Untuk mengunduh perpustakaan digital Unila dapat diakses melalui PC dan android pada link https://kubuku.id/download/universitas-lampung/. Setelah mengunduh software, pengguna melengkapi identitas untuk mendaftarkan user. Kemudian email yang didaftarkan akan mendapat notifikasi registrasi.

Prof. Hasriadi mengungkapkan, perpustakaan menjadi salah satu sumber ilmu yang akan dikembangkan Unila. Untuk itu pihaknya akan mengembangkan perpustakaan menjadi lembaga sumber daya informasi.

“Gedungnya juga akan kita buat lebih menggambarkan perpustakaan di era 4.0,” pungkasnya.

Selain menambah koleksi perpustakaan digital, Hasriadi berkeinginan membuat pelayanan lebih optimal. Semua aktivitas perpustakaaan Unila akan dilayani berbasis layanan informasi yang akan dikembangkan tidak hanya lokal tapi juga nasional.

Dikti saat ini sudah bekerja sama dengan perpustakaan nasional dan 110 Perguruan Tinggi di Indonesia. Hal itu akan menjadi satu jaringan perpustakaan sehingga masing-masing Perguruan Tinggi Negeri bisa saling mengakses secara digital.

Pada kegiatan itu juga dilakukan simulasi perpustakaan digital yang dipimpin langsung Josep Edyanto. Nampak pada simulasi, sejumlah konten perpustakaan digital dikutip dengan cara digandakan ke ms. word sehingga memudahkan user saat membuat daftar pustaka.

Selain itu, setiap user yang telah terdaftar dapat login pada ebook digital sehingga memudahkan ketika mencari bahan ujian.[Penda/Inay_Humas]