(Unila): Pusat Jasa Informasi Perpustakaan dan Pengelolaan Naskah Nusantara (Pujasintara) Perpustakaan Nasional Republik Indonesia bekerja sama dengan Prodi S1 Pendidikan Sejarah, Prodi D-3 Perpustakaan, dan UPA Perpustakaan Universitas Lampung (Unila) menyelenggarakan webinar bertajuk “Lentera Klasika: Diskusi dan Bedah Koleksi Langka”, pada Rabu, 22 April 2026.
Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom Meeting serta disiarkan langsung melalui YouTube, dan terbuka secara gratis bagi mahasiswa, pustakawan, serta masyarakat umum. Tercatat 300 peserta mengkuti via zoom dan lebih 1.100 peserta yang mengikuti via YouTube.
Kegiatan Lentera Klasika bertujuan untuk memasyarakatkan koleksi langka Perpustakaan Nasional RI yang tersimpan berbagai ragam koleksi mulai dari koleksi non-tercetak dari berbagai daerah, Koleksi tercetak bersejarah koleksi langka (Klasika), hingga koleksi terbaru atau koleksi mutakhir dengan cara menyapa kampus-kampus yang ada di Indonesia yang memiliki ketertarikan akan koleksi langka sebagai sumber penelitian.
Pada kesempatan ini Unila menjadi universitas pertama yang menyelenggarakan kegiatan Lentera Klasika bersama Pujasintara Perpusnas RI.
Webinar ini menghadirkan lima pustakawan dari Perpusnas RI sebagai narasumber, yakni Arief Delta Riswanto, S.Hum., Suparman, S.Hum., Khusnul Khatimah, S.IP., M.Hum., Alia Ali, S.E., serta Aditya Taufik Nugraha, S.Hum. Kelima narasumber membedah berbagai aspek penting terkait koleksi langka, mulai dari nilai historis, pengelolaan, hingga urgensi pelestariannya dalam konteks kebudayaan nasional.
Kegiatan dibuka dengan sambutan dari Pelaksana Tugas Kepala Pujasintara Perpusnas, Dra. Adriati, S.IP., M.Hum., yang menekankan pentingnya forum ilmiah sebagai ruang diseminasi pengetahuan.
Kegiatan ini diharapkan mampu memperluas wawasan peserta mengenai kekayaan naskah dan koleksi langka Nusantara, sekaligus menumbuhkan kesadaran kolektif akan pentingnya pelestarian warisan intelektual bangsa.
“Forum diskusi ini tidak hanya menjadi sarana berbagi pengetahuan, tetapi juga ruang reflektif untuk memahami nilai-nilai historis yang terkandung dalam koleksi langka. Harapannya, peserta dapat memperoleh perspektif baru yang lebih mendalam,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala UPA Perpustakaan Unila, Bayzoni, S.T., M.T., dalam sambutannya menegaskan, kolaborasi antara perguruan tinggi dan lembaga nasional seperti Perpusnas merupakan langkah strategis dalam penguatan literasi dan pengembangan ilmu pengetahuan berbasis sumber autentik.
Diskusi yang berlangsung sejak pukul 09.00 WIB ini dipandu Shafna Aulia Priyatna sebagai pewara, serta dimoderatori Miftakhus Salami, S.Hum. Diskusi berlangsung interaktif dengan partisipasi aktif peserta yang mengajukan berbagai pertanyaan terkait pengelolaan koleksi langka di era digital.
Secara substansial, para narasumber menyoroti koleksi langka bukan sekadar artefak masa lalu, melainkan sumber pengetahuan yang memiliki relevansi kontemporer. Oleh karena itu, upaya digitalisasi, konservasi, dan aksesibilitas menjadi isu krusial yang perlu terus dikembangkan secara berkelanjutan.
Melalui penyelenggaraan webinar ini, Perpusnas RI dan Unila menunjukkan komitmen bersama dalam memperkuat literasi berbasis warisan budaya, sekaligus membuka ruang kolaboratif antara akademisi, pustakawan, dan masyarakat dalam mengkaji kekayaan intelektual Nusantara secara lebih mendalam dan sistematis. [Rilis]



