(Unila): Pascasarjana Universitas Lampung (Unila) siap menerapkan pembelajaran daring pada semester depan untuk program magister (S2) Dan doktoral (S3). Hal ini disampaikan Rektor Unila Prof. Dr. Karomani, M.Si., di sela-sela sambutannya pada acara penyerahan bantuan APD Kemdikbud di Ruang Sidang lantai 2 Rektorat, Jumat (29/5/2020).

Karomani mengungkapkan, kejadian pandemi Covid-19 telah menginspirasi Unila untuk mulai memberlakukan pembelajaran daring bagi program pascasarjana mulai tahun ajaran baru, semester depan. Kesempatan ini merupakan upaya Unila membuka akses pendidikan seluas-luasnya bagi mereka yang ingin melanjutkan studi S2 dan S3 namun terkendala waktu.

“Kami sadar akan kebutuhan itu. Banyak di antara pegawai dan ASN kita tidak leluasa masuk ke Unila karena persoalan kerja sehari-hari. Maka kami menyediakan kuliah bebasis online untuk pascasarjana. Itu bagian dari misi universitas membuka akses pendidikan seluas-luasnya bagi masyarakat,” jelasnya.

Hal senada juga disampaikan Wakil Rektor Bidang Akademik Unila Prof. Heriyandi, S.H., M.Si. Saat diwawancarai di ruang kerjanya ia mengungkapkan, perluasan akses pendidikan seharusnya tidak hanya disiapkan bagi mereka yang memiliki kesulitan ekonomi namun juga diberikan kepada orang-orang yang terkendala waktu.

Pelaksanaan pembelajaran daring merupakan cara Unila berimprovisasi dan berkreasi mengantisipasi persoalan-persoalan yang terjadi saat ini. Di dunia pendidikan sendiri, penyelenggaraan pembelajaran berbasis daring telah diatur dalam Peraturan Menteri No. 7 Tahun 2020 Bab 7 dan 6 Tentang Pembelajaran Jarak Jauh.

“Saya berpikir hal seperti ini harus kita sambut, apa salahnya kalau kita terapkan di Unila. Kenapa diorientasikan ke program S2, karena banyak yang mau kuliah tetapi tidak punya waktu seperti pegawai dan ASN,” ujarnya.

Untuk mendukung pelaksanaan pembelajaran daring yang dimulai pada semester baru nanti, Unila telah melakukan berbagai persiapan. Selain menyiapkan peraturan rektor, Unila membentuk tim PJJ sekaligus membuat dokumen-dokumen teknis seperti bahan ajar yang masih terus disempurnakan sesuai kondisi kemampuan akses teknologi yang ada di Unila. Bahkan menyiapkan kurikulum kampus merdeka yang sudah disesuaikan dengan program tersebut.

Rencananya, pelaksanaan pembelajaran daring ini mulai disosialisasikan ke tiap fakultas pertengahan Juni mendatang. Mudah-mudahan dengan membuka jalur seperti ini, rekan-rekan birokrat yang tidak mempunyai waktu untuk belajar di dalam kelas bisa mengakses pendidikan itu secara online. “Di semester yang akan datang kurikulum-kurikulum baru bisa kita implementasikan,” imbuhnya. []