(Unila): Orientasi akademik bagi mahasiswa Program Pendidikan Profesi Guru Dalam Jabatan Tahap I tahun 2019 Universitas Lampung (Unila) resmi dibuka oleh Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unila, Prof. Dr. Patuan Raja, M.Pd, Jumat (8/3/2019).

Orientasi akademik merupakan kegiatan awal bagi mahasiswa untuk menempuh jenjang perkuliahan, dengan rangkaian kegiatan pembentukan watak dan persamaan pandangan bagi mahasiswa baru. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh mahasiswa PPG Dalam Jabatan tahap I tahun 2019, pimpinan dan jajaran fakultas, koordinator PPG, para ketua jurusan, dan program studi di Aula A, Gedung Dekanat FKIP Universitas Lampung.

Pada kesempatan ini pula hadir Prof. Dr. Bujang Rahman, M.Si. selaku Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Lampung. Ia menyampaikan tentang persoalan yang sangat terasa saat ini adalah persoalan karakter bangsa yang menurun yang menyasar seluruh warga negara Indonesia. Menurutnya, ini sangat terlihat sikap bela negara yang tumbuh pada warga negara, yang tentunya mengakibatkan banyaknya warga negara yang berani mengonsumsi narkoba, beberapa di antaranya siswa di sekolah.

Dalam kesempatan itu, ia berpesan bahwa untuk mengatasi hal tersebut, semua mata pelajaran mesti menanamkan nilai agama dan karakter. “Karena kenakalan disebabkan kurangnya penanaman karakter dan agama pada diri anak-anak,” ujarnya.

Sebanyak 209 dari 225 mahasiswa Program Studi Pendidikan Profesi Guru Dalam Jabatan tahap I tahun 2019 ikuti Orientasi Akademik ini. Mahasiswa yang tidak lulus sebanyak 13 dari Program Studi PGSD, 2 dari PGPAUD, dan 1 dari Penjaskesrek. Peserta PPG ini telah mengikuti kuliah secara daring selama 32 hari dan lokakarya selama 5 minggu dengan pola hybrid learning.

Pada rangkaian kegiatan ini, peserta mengkuti pembukaan, dilanjutkan pemaparan materi oleh Dr. Sunyono, M.Si., sebagai Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kerja Sama. Ia sebelumnya menjabat sebagai koordinator PPG. Materi yang disampaikan mengenai Hight Order Thinking Skils (HOTS), Gerakan Literasi Sekolah, pembelajaran abad ke-2, literasi, dan penguatan pendidikan karakter PPK.

Kemudian dilanjutkan oleh Dr. Sugeng Widodo, M.Pd. Setelah pemaparan materi, dilanjutkan dengan pengecekan dan verifikasi dokumen untuk setiap peserta. Bila data belum lengkap diminta untuk melengkapi pada hari itu juga.

Setelah selesai pengisian dan verifikasi data dilanjutkan dengan penandatanganan MoU dan pakta integritas oleh pihak kemendikbud, Ir. Mamat, Kasubdit Program dan Evaluasi Direktorat Pembinaan Guru Pendidikan Dasar Ditjen GTK., data tersebut dibawa langsung ke pusat guna untuk penyaluran dana bantuan pendidikan ke setiap peserta.[Rilis/Humas]