Operator 24 Unit Kerja Ikuti Bimtek LAKIP

simlakip

(Unila): Selama ini proses penyusunan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) dianggap pekerjaan yang sulit, membutuhkan tenaga banyak, dan waktu lama. Oleh karena itu Bagian Perencanaan di Biro Perencanaan Hubungan Masyarakat Universitas Lampung (BPHM Unila) mengembangkan Aplikasi Sistem Informasi (SIM-LAKIP) berbasis web.

Guna menyosialisasikan aplikasi tersebut, Bagian Perencanaan BPHM menggelar bimbingan teknis (Bimtek) Penyusunan LAKIP Unit Kerja di lingkungan Universitas Lampung, di lantai IV Rektorat, Senin (31/8). Bimtek diberikan kepada operator Aplikasi SIM-LAKIP di 24 unit kerja kampus setempat.

Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan Unila Dr. Dwi Haryono, M.S., saat membuka kegiatan mengatakan, LAKIP disusun dalam rangka mewujudkan akuntabilitas kinerja sebagai perwujudan keberhasilan atau kegagala pelaksanaan program dan kegatan yang telah diamankan para pemangku kepentingan dalam rangka mencapai visi dan misi organisasi secara terukur dengan target kinerja yang telah ditetapkan.

Setiap unit kerja di lingkungan Kemristek dan Dikti wajib menyusun dan mengumpulkan LAKIP. Mencermati urgensi LAKIP maka untuk optimalisasi penyusunan LAKIP disusun aplikasi SIM-LAKIP berbasis web. Pengembangan SIM-LAKIP dilatarbelakangi oleh realita kurang optimalnya proses penyusunan LAKIP.

LAKIP merupaan ikhtiar yang menjelaskan secara ringkas dan lengkap tentang capaian kinerja yang disusun berdasarkan rencana kerja yang telah ditetapkan dalam rangka pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.

Rangkaian kegiatan ini sudah dimulai sejak minggu lalu dengan bimbingan teknis penyusunan rencana strategis (renstra) unit-unit kerja. Terdapat 69 kegiatan yang masing-masing memiliki indikator dan target kerja.

“LAKIP dilakukan dalam rangka mewujudkan manajemen Unila yang efektif, transparan, dan akuntabel. Nanti akan dilatih bagaimana mengoperasikan aplikasi SIM-LAKIP ini karena ke depan semua sistem informasi langsung terhubung dan berbasis website. Kita akan lihat realisasinya seperti apa? Itu yang akan dianalisis dalam LAKIP,” ujarnya.[*]