Merajut Indonesia dari Sabang Sampai Merauke, Ratusan Saintis Muda Melebur dalam Papermob FMIPA

(Unila): Sorak-sorai ratusan mahasiswa baru memecah keheningan Lapangan Parkir Gedung Ilmu Komputer, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Lampung (Unila), pada Sabtu, 15 Agustus 2026.

Di bawah terik matahari, lembaran-lembaran kertas berwarna-warni diangkat serentak, membentuk formasi visual yang apik. Aksi papermob ini menjadi puncak sekaligus penutup yang manis bagi rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) tingkat fakultas khususnya FMIPA.

Acara yang berlangsung meriah ini dihadiri Dr. Junaidi, S.Si., M.Sc., sebagai Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, pengurus BEM FMIPA, serta panitia dan mahasiswa baru. Lapangan parkir yang biasanya dipenuhi kendaraan, hari itu berubah menjadi panggung kreativitas dan arena pemersatu bagi para saintis muda.

Ketua Pelaksana PKKMB FMIPA 2026, Deni Setiawan (S-1 Fisika, Angkatan 2025), mengungkapkan, pemilihan papermob tahun ini sengaja dilakukan untuk memberikan atmosfer yang segar dan berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

“Kami ingin ada pembeda dari tahun lalu yang menggunakan ecobrick. Papermob ini bukan sekadar hiburan, tapi butuh koordinasi, kedisiplinan, dan kerja sama tingkat tinggi antar-mahasiswa baru. Persiapannya tentu dari jauh-jauh hari, mulai dari mengoordinasikan kertas hingga mematangkan desain formasi,” ujar Deni.

Deni menambahkan, lokasi parkiran depan Gedung Ilmu Komputer dipilih karena areanya yang paling representatif untuk mengambil dokumentasi visual dari ketinggian. Melalui formasi kertas tersebut, panitia ingin menyampaikan pesan mendalam tentang persatuan.

“Formasi ini meng-highlight lima jurusan yang ada di FMIPA, dan kami akhiri dengan jargon ‘Satu FMIPA, FMIPA Bersatu’. Maknanya jelas, meskipun kita berbeda disiplin ilmu, kita tetap berada dalam satu atap dan satu komando,” tegas Deni.

Pendekatan humanis dan penuh kebersamaan ini sangat dirasakan oleh para peserta. Meski harus berpanas-panasan selama masa gladi resik, keletihan para mahasiswa baru seolah terbayar tuntas saat formasi berhasil terbentuk dengan sempurna.

Bagi Fairus Syabila, mahasiswa baru dari Program Studi Kimia, momen ini menjadi pengalaman yang tidak akan pernah ia lupakan. Baginya, PKKMB bukan lagi momok yang menakutkan, melainkan ruang untuk merajut pertemanan dari berbagai latar belakang budaya.

“Seru banget. Kegiatan ini benar-benar melatih kekompakan kami sebagai sesama maba. Meskipun pas gladi resik kemarin sempat kepanasan dan sumpek-sumpekan, tapi ini berkesan banget. Aku bahkan bisa kenal teman-teman dari Sabang sampai Merauke, tadi ada yang dari Papua juga, jadi gak cuma dari Lampung aja,” ungkap Fairus.

Dengan berakhirnya aksi papermob ini, PKKMB FMIPA 2026 resmi ditutup. Ratusan mahasiswa baru kini siap melangkah meninggalkan lapangan parkir, bukan lagi sebagai orang asing, melainkan sebagai satu keluarga besar FMIPA yang siap bersatu menghadapi dunia perkuliahan. [Magang_Asnia Sundari]