Mahasiswa PMPAP Lakukan Pengambilan Sumpah

(Unila): Mahasiswa baru Universitas Lampung (Unila) yang lolos melalui jalur Program Penerimaan Mahasiswa Perluasan Akses Pendidikan (PMPAP) melakukan sumpah mahasiswa di Gedung Serbaguna (GSG) Unila, Kamis (20/8). Pengambilan sumpah dilakukan langsung oleh Rektor Unila Prof. Dr. Ir. Sugeng P. Harianto, M.S.

Dalam prosesi tersebut Guru Besar Fakultas Pertanian Unila ini mengimbau para mahasiswa PMPAP Unila yang telah diambil sumpahnya untuk menjadi pribadi yang baik dengan bersikap disiplin dan jujur di setiap aktivitas.

Menurutnya, PMPAP diberikan bagi mahasiswa miskin yang didanai oleh pemerintah sehingga harus dimanfaatkan oleh kepentingan yang baik, tentunya bagi kepentingan pihak yang seharusnya mendapatkan.

Secara optimal Unila sudah mencarikan dana kuliah untuk para mahasiswa PMPAP jadi bukan gratis. Sehingga mereka harus mengeluarkan kemampuan terbaik agar bisa mencapai prestasi dan lulus tepat waktu, yakni delapan semester atau empat tahun.

Sugeng mengimbau kepada para mahasiswa PMPAP agar memanfaatkan kesempatan yang diberikan dengan sungguh-sungguh. Jika di kemudian hari mereka terbukti tidak berhak menerima beasiswa PMPAP ini maka harus bersedia dicabut haknya sebagai mahasiswa Unila.

“Ini merupakan bukti kepercayaan kampus terhadap para mahasiswa baru. Jika sampai delapan semester tidak lulus maka kelebihan biaya kuliah selanjutnya akan ditanggung mereka,” jelasnya.

Dalam laporannya, Ketua Panitia Pelaksana Program yang juga Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Dr. Ir. HAsriadi Mat Akin, M.P., mengatakan, program PMPAP sudah memasuki tahun keempat sejak digulirkan 2011 lalu. Program ini bertujuan memberikan aksesibilitas seluas-luasnya bagi calon mahasiswa yang berasal dari keluarga prasejahtera di Provinsi Lampung.

“Jika lulus kelak harapannya bisa meningkatkan harkat dan derajat keluarganya. Ini kebijakan khusus dari rektor untuk memutus garis kemiskinan di Lampung. Maka bidikan Unila dalam PMPAP ini adalah mahasiswa yang benar-benar berasal dari keluarga prasejahtera, baru dilihat kemampuan akademiknya,” paparnya.

Diketahui, jumlah pendaftar PMPAP sebanyak 1.785 orang, yang tidak lulus seleksi 1.540, lulus seleksi 245 orang, tersebar di 15 kabupaten/kota. Jika dilihat berdasarkan data orang tua meliputi orang tua lengkap 185 orang, piatu 17 orang, yatim 18 orang, dan yatim piatu 5 orang. Sebagian sumber penghasilan orang tua mahasiswa PMPAP mencakup buruh 93 orang, nelayan 3 orang, pegawai swasta 7 orang, pensiunan 7 orang, petani 45 orang, PNS 3 orang, dan wirausaha 30 orang.

Program PMPAP sudah dimulai sejak 2011 dengan jumlah total hingga tahun ini Unila telah menerima sebanyak 1.341 orang. Yang telah diwisuda sebanyak 27 mahasiswa.[*]