(Unila): Pandemi yang melanda Indonesia lebih dari dua tahun banyak berdampak pada berbagai sektor, salah satunya pendidikan. Pandemi membuat sebagian besar pelajar melakukan pembelajaran secara daring.

Banyak siswa terpaksa mengalami ketertinggalan materi pelajaran dan sistem tersebut dirasa kurang efektif dibanding pembelajaran tatap muka. Belum maksimalnya penggunaan teknologi juga menjadi kendala pada efektivitas belajar mengajar.

Kegiatan home visit yang dilegalkan kementerian pendidikan juga belum mampu menjawab keefektifan proses belajar siswa karena terbatasnya jam yang diberlakukan. Alhasil banyak anak tidak menerima pelajaran dengan baik. Sebagian guru juga mengeluhkan penurunan tingkat kecerdasan para siswa.

Latar belakang itu yang menginisiasi mahasiswa KKN Universitas Lampung (Unila) Unila di Dusun Sinar Ogan, Desa Rajabasa Lama II, untuk memberikan bimbingan belajar (bimbel) tambahan bagi siswa-siswi sekolah daerah setempat.

Difasilitasi para warga dan aparat desa, mahasiswa KKN Unila memberi materi pelajaran tambahan setiap dua pekan sekali meski hanya di ruang kelas dan perlengkapan yang seadanya.

“Papan tulis yang ada sudah tidak layak karena jebol. Jika sedang mengajar saat turun hujan maka suasana kelas menjadi gelap karena pintu harus ditutup supaya air tidak masuk,” ujar salah satu mahasiswa KKN Unila Isro Muhammad, Minggu, 13 Februari 2022.

Kendati demikian mahasiswa dan aparat desa, terutama Jumadi selaku Kepala Desa Rajabasa Lama II, tetap semangat memberikan yang terbaik bagi para siswa desa setempat. [Humas/Rilis]