(Unila): Universitas Lampung (Unila) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) menghelat sosialisasi kekayaan intelektual. Kegiatan mengusung tema “Sinergitas dan Optimalisasi Peran Perguruan Tinggi Sebagai Upaya Peningkatan Inovasi dalam Bidang Haki”.

Sosialisasai yang dibuka Ketua LPPM Unila Prof. Dr. Ir. Hamim Sudarsono, M.Sc., ini diadakan di Hotal Emersia Bandarlampung, Kamis (28/11/2019).

Panitai menghadirkan narasumber Direktur Hak Cipta dan Desain Industri Dr. Molan Karim Tarigan, S.H., M.H.; Direktur Paten, DTLST, dan Rahasia Dagang Dra. Dede Mia Yusanti, M.L.S.; serta Akademisi Unila Bayu Sujadmiko, S.H., M.H., Ph.D. Selanjutanya e-Conference Patent advisor in Ministery of the Armed Forces, France; Patrick Monlouis.

Selain dihadiri para mahasiswa, kegiatan diikuti para dosen di lingkungan Universitas Lampung, beserta para undangan dengan jumlah keseluruhan peserta mencapai 150-an orang.

Ketua pelaksana Desy Churul Aini, S.H., M.H., menyampaikan, perguruan tinggi di Indonesia dikenal sebagai instansi pendidikan dan pengajaran serta institusi penelitian dan pengabdian masyarakat.

Perguruan tinggi berfungsi meningkatkan nilai tambah para peserta didik, menghasilkan sumber daya manusia yang terlatih dan terdidik di bidang ilmu pengetahuan, serta teknologi dan seni sehingga dapat menghasilkan kekayaan intelektual.

Oleh karena itu perguruan tinggi harus secara optimal mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni, serta sumber penghasilan Hak atas Kekayaan Intelektual (HaKI) melalui berbagai aktivitas riset dan inovasi yang dilakukan.

Sosialisasi HaKI untuk dosen diharapkan mampu meningkatkan hasil karya yang terdaftar di Kementerian Hukum dan HAM. Mengingat sebelum diberi sosialisasi perihal HaKI banyak karya yang belum didaftarkan di Ditjen KI.

Karya yang belum didaftarkan riskan akan diakuisisi dan dijiplak oleh pihak lain. Apabila hal tersebut terjadi, penulis tidak dapat berbuat apa-apa. Upaya melindungi karya akademik dosen dapat dilakukan dengan mendaftarkannya ke HaKI.

Prof. Hamim menyampaikan, hak kekayaan intelektual tidak hanya dikhususkan bagi dosen melainkan seluruh civitas academica Unila. Termasuk mahasiswa yang menciptakan hasil karya inovasi dan hasil penemuan.

Sayangnya banyak hasil penemuan baik dari dosen, mahasiswa, maupun masyarakat yang belum memperoleh HaKI sudah dipublikasikan. Dampaknya, hasil penemuan tersebut banyak berakhir dalam bentuk tumpukan dokumen.

Upaya sosialisasi pentingnya HaKI di universitas diharapkan mampu mendorong peningkatan akreditasi institusi. Satu sisi, akan meningkatkan martabat bangsa dan negara di mata dunia.

Penemuan dan inovasi merupakan salah satu upaya negara memberikan solusi atas permasalahan yang terjadi di negarannya. Semakin banyak dosen, mahasiswa, dan masyarakat yang sadar pentingnya HaKI dan melakukan penelitian atau penemuan di suatu negara semakin berpeluang menjadi negara besar layaknya negara-negara maju.

“Tujuan sosialisasi ini dimaksudkan memberi pemahaman tentang peran perguruan tinggi dalam meningkatkan inovasi dalam bidang HaKI,” ujarnya.[Penda_Humas]