LPPM Bekali Pegawai dan Mahasiswa Berwirausaha

(Unila): Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Lampung (Unila) bekali para dosen, pegawai, dan mahasiswa agar miliki jiwa wirausahawan. Pembekalan itu diberikan melalui pelatihan kewirausahaan selama dua hari, 20-21 Oktober, di ruang sidang lantai 4 Rektorat.

Mewakili Rektor Unila, Ketua LPPM Unila Dr. Eng. Admi Syarif, dalam sambutannya mengatakan, LPPM Unila menganggap pelatihan kewirausahaan ini sebagai suatu agenda rutin tahunan yang memang perlu diselenggarakan.

Pelatihan ditujukan untuk memberikan pembekalan bagi seluruh peserta, terkait dengan kewirausahaan. Dalam kegiatan ini pihaknya pun mengundang narasumber yang berkompeten dan berpengalaman di bidangnya.

“Salah satu narsum yaitu Ir. Anshori Djausal, M.T. Beliau sangat aktif melakukan wirausaha dalam berbagai spesifikasi kegiatan. Ada juga pak Yudi, wirausahawan di bidang pertanian, makanan, dan sebagainya,” ujarnya.

Admi berharap, kegiatan bisa memberikan sumbangsih pengetahuan baru tentang kewirausahaan karena menurutnya pribadi, kewirausahaan sangat penting. Terlebih, sambungnya, LPPM memiliki skim pendanaan yang bisa dimanfaatkan bagi para dosen, karyawan, dan mahasiswa.

Berkaitan dengan hal itu, Anshori Djausal selaku pemateri pertama menyampaikan bahwasannya setiap manusia memiliki tiga kebutuhan (need) untuk melangsungkan hidup. Antara lain kebutuhan untuk mencapai, menciptakan, dan  membuat sesuatu. Kemudian kebutuhan untuk berkuasa, serta kebutuhan untuk bergaul dan berkumpul.

“Dalam berwirausaha, tiga kebutuhan itu bisa dilatih dan ditingkatkan,” katanya.

Sejatinya dalam konsep kewirausahaan, wirausahawan distimulus untuk menciptakan sesuatu yang baru, berbeda, dan meningkatkan nilai. Kemudian mampu melihat perubahan sebagai norma dan sehat, serta selalu mencari perubahan, menggapainya, memanfaatkannya sebagai kesempatan.

Namun yang perlu diingat, sambungnya, dalam berbisnis setiap wirausahawan harus siap akan sesuatu yang tidak terduga. “Keberhasilan yang tidak terduga, kegagalan yang tidak terduga, dan peristiwa yang tidak terduga,” paparnya.[*]