LP3M Tingkatkan Kualitas Dosen Melalui ALFHE

LP3M foto: inay/humas

UPAYA peningkatan kualitas dosen melalui pembelajaran aktif dinilai sangat relevan baik secara filosofis, metodologis, maupun praktis implementatif. Selain sejalan dengan kurikulum berbasis kompetensi di perguruan tinggi, pembelajaran aktif membekali para dosen memilih metode dan model yang dibutuhkan pebelajar, visi misi prodi, market signal, dan kemajuan jaman di era teknologi informasi.

Hal tersebut melatarbelakangi Pusat Kurikulum dan Pengembangan Pembelajaran (PKPP) Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu (LP3M) Universitas Lampung mengadakan pelatihan Active Learning for Higher Education (ALFHE) bagi para dosen. Kegiatan berlangsung di ruang sidang lantai IV Gedung Rektorat, mulai Senin (29/8) hingga 2 September mendatang.

Sekretaris LP3M Unila Dr. Lindrianasari saat menyampaikan laporan kegiatan mengatakan, sasaran kegiatan diberikan kepada dosen Unila yang belum mengkuti pelatihan ALFHE sebelumnya. Program pelatihan merupakan pelaksanaan atau upaya implementasi Undang-undang No 14 Tahun 2005 pasal 1 butir 2 tentang Guru dan Dosen, di mana dosen diharapkan mampu melaksanakan tugasnya sebagai pendidik dan ilmuan yang profesional dalam memenuhi kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian.

Menurut Lindriana, dalam pelaksanaan keempat kompetensi tersebut setiap dosen tidak hanya dituntut profesional dalam arti menguasasi materi namun harus mempu mengelola pembelajaran yang baik. Oleh karena itu seorang dosen harus memiliki kemampuan pedagogik. Selanjutnya kompetensi kepribadian. Selain menguasai materi perkualiahan seorang pendidik harus mampu menujukkan kepribadian yang pantas, berakhlak mulia, dan berwibawa yang mana dapat menjadi teladan bagi anak didiknya.

Sementara kompetensi sosial menuntut tenaga pendidik agar mampu mengomunikasikan pesan yang diberikan tidak sebatas materi perkuliahan namun lebih jauh lagi konsekuansinya terhadap sosial. Empat kompetensi itu lah yang diharapkan dimiliki setiap dosen. Dalam pelatihan ini peserta yang berjumlah 35 orang akan dipandu beberapa fasilitator antara lain Prof. Cipta Ginting, Sutikno, Ph.D., Dr. Neti Herawati, Dr. Undang Rosyidi, dan Ida Nurhaida, M.Si.

“Kami berharap pelatihan ini memberikan alternatif solusi memecahkan permasalahan khususnya berbagai kendala dalam upaya peningkatan kualitas dosen yang pada akhirnya akan berdampak pada kualitas lulusan Unila,” ujarnya.

Rektor Unila Prof. Hasriadi Mat Akin saat membuka pelatihan mengungkapkan, saat dicanangkan menjadi rektor dirinya ingin mentransformasi Unila dari teaching ke research university. Menurutnya model research university bukan berarti dilakukan dengan meninggalkan pembelajaran tapi justru menggunakan riset sebagai pendukung proses belajar mengajar. Pada akhirnya Unila juga akan excellent dalam bidang pembelajaran.

“Jika pembelajaran berbasis riset pasti kualitas yang diajar itu akan bermutu. Akan berbeda output mahasiswa dari dosen yang tidak pernah meneliti dibandingkan dengan pendidik yang aktif meneliti. Seorang dosen peneliti setidaknya akan selalu stay of art dengna ilmunya karena bagaimana pun juga periset harus menguasai bidang ilmu yang didalaminya,” kata dia.[inay/humas]