LP3M Gelar Workshop Reorientasi Kurikulum Berbasis KKNI dan SN

39747236_507744956352391_6342532159105925120_o
39891594_507744836352403_1643044261685362688_o
39891618_507744953019058_3082616771300032512_o

(Unila): Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu Universitas Lampung (LP3M Unila) adakan workshop Reorientasi Kurikulum Berbasis Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) dan Standar Nasional (SN) Dikti di Era Revolusi Industri 4.0.

Kegiatan yang dihelat di Hotel Bukit Randu, Bandarlampung, Senin (20/8/2018), ini diikuti para ketua program studi dari setiap fakultas di lingkungan Universitas Lampung.

Turut hadir dalam kegiatan, Dr. Elida Purba selaku Sekretaris LP3M sekaligus Ketua Pusat Penjaminan Mutu (PPM) LP3M Unila dan Dr. Pujiati, M.Pd., selaku Ketua Pusat Kurikulum dan Pengembangan Pembelajaran (PKPP) sekaligus ketua pelaksana.

Pada kesempatan itu Pujiati melaporkan, saat ini dunia memasuki era revolusi 4.0 yang banyak memberi pengaruh pada proses pembelajaran serta tingkat kualitas lulusan yang dihasilkan.

Oleh karena itu, perubahan orientasi kurikulum di Perguruan Tinggi merupakan tindakan
yang harus dilakukan sebagai tanggapan terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (scientific vision), kebutuhan masyarakat (societal need), serta kebutuhan pengguna lulusan (stakeholder need).

Era revolusi 4.0, lanjut Puji, memberikan dampak signifikan ke semua aspek implementasi kurikulum. Bila kerangka kualifikasi nasional Indonesia dikaitkan dengan era revolusi industri 4.0, maka Perguruan Tinggi harus bisa menerjemahkan kompetensi ke berbagai bentuk literasi yang berhubungan dengan era ini.

Berkaitan dengan hal itu, LP3M Unila mengadakan kegiatan ini dengan tujuan mendapatkan gambaran proses implementasi kurikulum sesuai acuan KKNI dan SN Dikti, serta memonitor dan menyelaraskan capaian pembelajaran dan kompetensi lulusan.

Elida purba saat membuka kegiatan mengungkapkan, saat ini para pekerja di luar negeri bahkan tidak menggunakan ijazah untuk mendapatkan pekerjaan, hanya butuh pemenuhan kompetensi. “Ada beberapa hal saja yang dibutuhkan sebagai standar bekerja di suatu perusahaan, salah satunya kompetensi,” ungkap Elida.

Senada dengan hal tersebut, narasumber pemateri pertama Adrian dalam paparannya mengungkapkan, saat ini tugas akademisi khususnya dosen adalah meyakinkan mahasiswa akan potensi yang dimiliki.

Menurut Adrian, yang akan diuji adalah literasi manusia. Maka tugas kita sebagai dosen harusnya meyakinkan mahasiswa bahwa apa yang kita katakan bermanfaat bagi mereka. “Pada dasarnya perkembangan ilmu pengetahuan di era industri 4.0 sangat luas, bukan hanya menghasilkan SDM yang stagnan atau sekadar robot,” tegasnya.[Dwi Putriana/Inay_Humas]