(Unila): Kementerian Riset, Teknologi, dan Perguruan Tinggi (Kemenristekdikti) bekerja sama dengan Eagle Awards dan Metro TV menggelar film dokumenter profesional tentang Kisah Inspiratif Mahasiswa Bidikmisi se-Indonesia.

Pimpinan UKPM Teknokra Alfanny Pratama (P. Bahasa dan Sastra Indonesia) sebagai produser dan Silviana (Ilmu Komunikasi) sebagai penulis naskah lolos produksi dengan pendanaan sebesar Rp50 juta untuk tayang di bioskop dan Metro TV.

Dua jurnalis mahasiswa itu memberi judul filmnya “Obor Penyelamat Moro-Moro”. Film itu mengisahkan mahasiswa aktivis dari Universitas Lampung, yakni Rico Andreas (Fakultas Hukum) yang mampu mempertahankan dan berjuang untuk hak pendidikan anak-anak di wilayah  konflik agraria Register 45 Mesuji.

Rico pun satu-satunya anak Register 45, Moro-Moro Mesuji yang berhasil mengeyam kuliah di Perguruan Tinggi berkat tekadnya. Ia aktif berorganisasi di Front Mahasiswa Nasional (FMN) dan Agra. Serta, cerdas mengolah dana uang bidikmisi dan berprestasi tentunya.

Tak hanya itu, ia kembali lagi ke kampung halamannya untuk membantu anak Moro-Moro yang senasib dengannya memperoleh hak pendidikan. Ia menilai, mereka mempunyai hak sama sebagai warga negara Indonesia, yakni pendidikan.

Silviana mengatakan, kisah ini diharapkan dapat menginspirasi mahasiswa se-Indonesia menjadi aktivis yang sesungguhnya. Dengan peka permasalahan sekitar kita khususnya Lampung. “Semoga mahasiswa Unila nanti pada nonton. Kisah inspiratif aktivis mahasiswa ini,” ungkapnya.

Sama halnya Alfanny mengungkapkan syukur ada kisah mahasiswa Universitas Lampung  yang tembus dijadikan film inspiratif. Bersama dengan 10 kisah mahasiswa  dari universitas besar lainnya.

“Alhamdulilah, film dokumenter ini sebenarnya diikuti kalangan profesional. Namun kami mencoba menggandeng senior Teknokra Andri Kurniawan yang pernah aktif sebagai jurnalis Kompas TV sebagai tim,” pungkasnya.

Alhasil garapan film ini berhasil menarik perhatian Riri Riza (sutradara film), Gerzon Ayawila (sutradara film), dan Muthia Ganie (Sosiolog UI) untuk didokumentasikan sebagai film dokumenter.[RilisTeknokra]