Lampung Butuh Lulusan Terampil Berkualitas

(Unila): Pada prosesi wisuda periode III yang dihelat Universitas Lampung (Unila) kemarin, Rabu (27/1), seluruh wisudawan mendapatkan pengarahan dari Gubernur Lampung M. Ridho Ficardo yang saat itu diwakili Theresia Sormin selaku staf ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumberdaya Manusia Provinsi Lampung.

Mewakili sambutan Gubernur ia mengungkapkan, pembangunan di Provinsi Lampung tidak hanya ditentukan besarnya biaya yang dimiliki untuk melakukan pembangunan, namun diperlukan sumberdaya manusia yang mampu mengolah manajemen keuangan.

Untuk itu diperlukan sumberdaya manusia yang berkualitas, termasuk lulusan dari perguruan tinggi Universitas Lampung. Perlu diketahui, Provinsi Lampung saat ini tengah mengembangkan dan meningkatkan pembangunan baik bidang infrastruktur, ekonomi, politik, dan pertanian dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Lampung sebagai provinsi penyangga pengadaan pangan di Indonesia kini sedang melaksanakan agenda pembangunan pertanian baik jangka panjang maupun jangka pendek. Salah satu agenda tersebut adalah program technopark.

Guna mewujudkan pembangunan tersebut, diperlukan tenaga terampil dan memiliki kualitas sumberdaya manusia yang mumpuni. Selain sumberdaya manusia, diperlukan kajian yang mendalam agar program kebutuhan industri pangan dapat terlaksana dengan baik sesuai dengan program yang telah ditetapkan.

Dalam kesempatan ini Universitas Lampung mewisuda 684 wisudawan yang terdiri dari program magister, profesi sarjana, dan ahli madya dari berbagai disiplin ilmu. Ini merupakan modal dasar cukup besar dalam pembangunan daerah yang memerlukan sumberdaya manusia berkualitas dalam rangka mewujudkan kesejahteraan masyarakat Lampung.

Agar bisa berakselerasi dalam pembangunan, katanya, diharapkan Unila dapat terus memajukan kualitas pendidikan dan memiliki konsep yang jelas sehingga program kerja yang telah disusun dapat mengikuti arus globalisasi sekarang ini. Apalagi saat ini telah diberlakukan Masyarakat Ekonomi ASEAN di mana kompetensi sumberdaya yang mumpuni menjadi pondasinya.

Oleh karena itu pihaknya berharap Unila bisa terus meningkatkan kualitas kompetensi sumberdaya manusianya, baik tenaga pendidik maupun kependidikan yang berkualitas. Saat ini menurutnya banyak lulusan atau masyarakat yang memiliki gelar S-1, S-2, bahkan S-3 tetapi tidak mampu mengaplikasikan ilmu yang diperoleh di dunia kerja.[inay]