(Unila): Universitas Lampung (Unila) kembali meluluskan mahasiswa internasional pada prosesi wisuda periode V tahun akademik 2025/2026, pada Sabtu, 25 April 2026.
Salah satu wisudawan yang menarik perhatian adalah Sondos Ali Galal Elfouly, mahasiswi asal Mesir yang berhasil merampungkan studi magister di Program Studi S-2 Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP).
Sondos menyelesaikan studinya tepat waktu dalam kurun dua tahun, terhitung sejak Februari 2024 hingga Februari 2026.
Ketertarikannya pada keberagaman budaya menjadi alasan utama ia memilih Indonesia sebagai destinasi pendidikan, sementara reputasi Unila membawanya hingga ke Kota Bandar Lampung.
“I chose Indonesia because I was curious about the culture and I wanted to explore it. I also chose Unila because it was one of the top universities in Indonesia, and I wanted to experience living in a city like Bandar Lampung (Aku milih Indonesia karena penasaran dan ingin sekali eksplor budayanya. Aku juga memilih Unila karena itu salah satu kampus terbaik di Indonesia, plus aku juga ingin merasakan bagaimana rasanya tinggal di kota seperti Bandar Lampung),” ungkap Sondos.
Bagi Sondos, menempuh pendidikan di luar negeri bukan sekadar mengejar gelar, melainkan proses pertukaran nilai dan perspektif budaya. Selama di Lampung, ia mengamati pentingnya penguatan bahasa Inggris sebagai bahasa internasional di lingkungan pendidikan Indonesia untuk membuka akses pengetahuan global.
Ia juga mencatat adanya perbedaan signifikan dalam metode pengajaran antara Indonesia dan negaranya. Hal ini ia jadikan referensi untuk merancang gagasan pendidikan yang lebih adaptif di masa depan.
Meski demikian, perjalanan adaptasinya tidak selalu mulus. Ia mengaku sempat mengalami tantangan saat menghadapi kebiasaan masyarakat lokal yang sering menanyakan hal personal.
“I was confused in the first but then I understand it’s cultur and I respect it (Awalnya saya sempat merasa bingung, namun seiring berjalannya waktu, saya mulai memahami keunikan budaya di sini dan sangat menghargainya),” tambahnya.
Pada sisi akademik, Sondos fokus meneliti hambatan ekonomi pada pendidikan dasar di negaranya melalui tesis berjudul “A Descriptive Analysis of Economic Barriers in 21st Century Egyptian Public Primary Education”.
Penelitian itu bertujuan mendorong pemerintah Mesir untuk meningkatkan dukungan terhadap sekolah negeri agar kualitasnya kembali pulih seperti sediakala.
Menutup perjalanannya di Unila, Sondos berharap pengalaman internasional dan jejaring yang ia bangun dapat menjadi modal untuk membawa perubahan nyata bagi kualitas pendidikan di Mesir.
Ia juga mendorong Unila untuk terus memperkuat lingkungan akademik global, salah satunya dengan menghadirkan lebih banyak dosen internasional. [Magang_Asnia Sundari]
