(Unila): Selasa (21/4), tim formatur pembentukan pengurus keluarga alumni FEB mengukuhkan Keluarga Alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis (Kafe) Universitas Lampung (Unila) masa bakti 2015-2019. Terpilih sebagai Ketua Umum Kafe yakni Dr. Syahfirin Abdullah, S.E., M.Si.
Secara struktur keorganisasian, Kafe masa bakti 2015-2019 terdiri dari Dewan Penasehat meliputi Rektor Universitas Lampung, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Dekan FEB, dan Ketua IKA Unila. Selanjutnya Dewan Pembina terdiri dari 28 orang dan Dewan Pakar terdiri dari 18 orang.
Dalam struktur keanggotaan Kafe juga mencakup Dewan Pengurus yang meliputi beberapa bidang. Antara lain bidang organisasi kompetensi keanggotaan dan hubungan antaralumni, bidang diklat dan kewirausahaan, bidang pengabdian kepada masyarakat, bidang kesejahteraan, bidang perencanaan dan pengembangan program/kegiatan, kesekretariatan, serta bidang komunikasi dan hubungan masyarakat.
Ketua Kafe periode sebelumnya H. Hairi Fasyah, S.E.,M.M., berpesan agar dalam kepengurusan ini lebih baik dari sebelumnya. “Kegiatan maupun program-program yang belum terselenggara segera dilaksanakan. Salah satunya pembentukan AD-ART dan pendirian sekretariat kepengurusan baru,” ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum Kafe Dr. Syahfirin Abdullah, S.E., M.Si., dalam sambutannya mengatakan, untuk melaksanakan roda organisasi dirinya tidak berdiri sendiri. Ia mengimbau kepada seluruh pengurus nantinya bisa berkolaborasi bersama-sama menjalankan roda organisasi agar apa yang dicita-citakan dapat tercapai.
“Kerja sama yang baik perlu dikedepankan. Dalam melaksanakan organisasi ini banyak tantangannya karena ini adalah organisasi paguyuban maka tidak bisa terikat waktu dan kegiatan. Ini menjadi salah satu kendala. Oleh karena itu sinergi antarpengurus harus ditonjolkan,” paparnya.
Dekan FEB Prof. Dr. Satria Bangsawan, S.E.,M.Si., menambahkan, Kafe yang telah didirikan sejak tahun 2007 memiliki jumlah alumni sebanyak 13.929 orang. Menurutnya, telah banyak peran dan dukungan alumni dalam memajukan fakultas tertua di Unila ini. Salah satunya penambahan sarana prasarana seperti gedung perkuliahan dan musala.
Selain itu Kafe memberi daya dukung dalam meningkatkan sumberdaya manusia FEB. Di antaranya menyumbang biaya studi dosen, mahasiswa, karyawan/dosen pensiun, hingga memberi sumbangan dalam bentuk tali asih dan tunjangan hari raya.
Akreditasi pun tidak terlepas dari peran alumni karena hal itu menjadi salah satu indikator. “Apa yang diberikan alumni, apa yang dibangun, dan apa yang terjalin. Ini terukur baik secara kuantitatif maupun kualitatif. Mudah-mudahan dengan daya dukung alumni FEB Unila semakin maju,” pungkasnya.[]