tekno
[dok. teknokra]

UKM Teknokra Universitas Lampung menggelar kegiatan nasional “Pelatihan Jurnalistik Teknokra Jejama 2016”. Even yang dipusatkan di Hotel Kridawisata ini dimulai sejak Sabtu (15/10) hingga Kamis (20/10) lalu. Peserta berasal dari sejumlah perguruan tinggi, dalam dan luar kota.

Setelah mendapatkan materi mengenai pelatihan jurnalistik, peserta melakukan turun lapang di pantai Sari Ringgung dan Pulau Tegal, Selasa (18/10). Lalu para peserta mempresentasi hasil peliputan, Rabu (19/10) di hotel Kridawisata. Presentasi hasil peliputan ini langsung dinilai dan dikomentari oleh CEO DSLR Cinematography Indonesia Benny Kadarharianto.

Sebelumnya peserta dibagi menjadi enam kelompok dan untuk setiap kelompok menampilkan satu video yang telah melalui proses editing. Keenam video masing-masing berjudul ‘A Trip to Tegal Island’, ‘Alam Butuh Rasa Untuk Diresapi’, ‘Bukan My Trip, My Avenger’ dan ‘Surga di Pulau Sari Ringgung’.

Setelah mesnyaksikan hasil video keenam peserta, Benny mengatakan video dengan kualitas gambar biasa bersuara jernih lebih baik daripada video dengan kualitas gambar bagus namun bersuara tak jelas terdengar. “Karena hal yang paling utama dari sebuah video jurnalistik adalah suara yang jernih,” ujarnya.

Dalam video jurnalistik juga harus diberikan deskripsi tulisan atau deskripsi langsung dari reporter agar penonton mengerti benar isi video tersebut. Benny pun berujar, dalam pengambilan video travel journalism, tripot memiliki peran sangat penting. Selain menjaga video yang direkam tidak bergeser terlalu sering, tripot sebagai sarana membuat video yang dibuat memiliki sedikit effect dengan menggerakkannya secara memutar untuk pengambilan video panorama.

Hal terpenting dari sebuah pengambilan video, tambah Benny, apapun itu adalah kita harus menyatu dengan kamera agar mendapatkan hasil yang maksimal. “Untuk mendapatkan video jurnalistik dengan hasil yang baik, kita harus mengawini kamera kita sendiri, mengerti peralatan milik kita, maka hasilnya akan baik pula,” jelasnya.

Dari presentasi video perjalanan, panitia telah menyeleksi video terbaik yang jatuh pada kelompok empat; Aldy Santoso, Epriyadi, Martha Novia Manullang, dan Riyami Sabodi. Sementara untuk penulisan terbaik dimenangkan kelompok tiga; Axvel Gion Revo, Azizah Syahrofa Limbong, Erna Safitri, dan Farhan Rahmatullah.

Di penghujung acara, peserta diberi kesempatan untuk menikmati suasana Kota Bandarlampung. Mereka mengunjungi tempat wisata dan pusat oleh-oleh yang ada di Sai Bumi Ruwa Jurai. Rute pertama, peserta mengunjungi pantai Mutun, dilanjutkan ke pusat oleh-oleh Singgah Pay dan Keripik Aska.[rls/inay-humas]

Bagikan konten ini :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •