(Unila): Kebudayaan sangat erat hubungannya dengan masyarakat. Kebudayaan adalah sesuatu yang akan memengaruhi tingkat pengetahuan dan sistem pemikiran manusia.

Berbagai pengaruh yang datang dari luar bisa menimbulkan guncangan budaya. Masyarakat tidak mampu menahan berbagai dampak kebudayaan yang datang dari luar sehingga terjadi ketidakseimbangan dalam kehidupan bermasyarakat.

“Keragaman nilai budaya mampu menjadi penyaring pengaruh asing yang masa ini mengikis kemurnian pemahaman ideologi bangsa”

Guncangan budaya ini masih bisa ditanggulangi dengan mewujudkan nilai-nilai sosial budaya dan kebinekaan sehingga menjadi filter pengaruh asing dan disorientasi ideologi. Seperti yang dikemukakan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Lampung Prof. Karomani, M.Si., saat menjadi narasumber dialog interaktif “Dialog Kebinekaan Tahun 2019”.

Acara yang dihadiri puluhan perwakilan etnis di Indonesia ini digelar Pemerintah Kabupaten Tanggamus di GSG Islamic Center Kota Agung, Senin (18/03/2019).

Pada kegiatan bertajuk “Membangun Tanggamus Dengan Merajut Kebinekaan Memperkuat Persatuan dan Kesatuan” ini, Karomani mengungkapkan, kebinekaan merupakan hal penting yang menjadi modal bangsa Indonesia.

“Keragaman nilai budaya mampu menjadi penyaring pengaruh asing yang masa ini mengikis kemurnian pemahaman ideologi bangsa,” ujarnya.

Ia menjelaskan, banyak pihak berkeinginan menggugat ideologi bangsa yang akhirnya menimbulkan disorientasi pehamanan. Sedangkan tujuan berbangsa yang termaktub pada Undang-undang Dasar 45 merupakan hasil kerja keras perumusan para pendiri bangsa dan ulama.

Di kesempatan yang sama Bupati Tanggamus Dewi Handajani mengungkapkan tujuan terselenggaranya kegiatan. Salah satunya menjaring aspirasi masyarakat dalam kebinekaan sekaligus membantu Pemkab Tanggamus menanggulangi konflik sosial kemasyarakatan.

Dewi mengatakan, semangat untuk memajukan Kabupaten Tanggamus dapat dilakukan dengan cara merekatkan persatuan dan kesatuan bangsa. Selain itu ide dan inovasi berbagai pandangan suku bangsa salah satunya dapat diimplementasikan melalui pembentukan Forum Komunikasi Bineka Tunggal Ika Kabupaten Tanggamus.

“Indonesia memiliki tujuan yang sama. Mari kita hilangkan sekat-sekat, satukan hati, pemikiran, visi, dan misi karena apa yang dihasilkan selama ini adalah hasil perjuangan seluruh komponen bangsa,”pungkasnya.

Pada kegiatan itu, turut hadir Wakil Bupati Tanggamus Hi. AM. Syafi’i, unsur musfida Kabupaten Tanggamus, para tokoh agama, masyarakat, dan ketua adat, serta elemen masyarakat seKabupaten Tanggamus.[Riky/Inay_Humas]