Karnaval Budaya Meriahkan Gelora Festival Unila

47098770_560550934405126_8271527092726792192_o
47393038_560550754405144_214049848498847744_o
47320486_560550387738514_4045004816462643200_o
47384341_560550027738550_6328323329253965824_o
47445590_560549997738553_3422963728025387008_o

(Unila): Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Lampung menggelar Gelora Festival Unila di lapangan belakang Rektorat kampus setempat, Senin (03/12/2018) hingga Kamis (6/12/2018) mendatang.

Prof. Dr. Karomani, M.Si., selaku Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Unila  melakukan pemotongan pita sebagai simbolis pembukaan kegiatan, didampingi Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Dr. H. Bujang Rahman, M.Si., dan Dekan FEB Unila Prof. Dr. Satria Bangsawan, S.E., M.Si.

Usai pembukaan, agenda bertajuk “Cintai Beragam Budaya dan Berkarya Untuk Indonesia” itu dilanjutkan dengan karnaval budaya yang diikuti Ikatan Mahasiswa Minang, Satuan Mahasiswa Batak, Ikatan Mahasiswa Bangka Belitung, BMPSI (Pringsewu), Ikatan Mahasiswa Sumatera Selatan, dan Aliansi Mahasiswa Pendidikan Fisika, oleh para mahasiswa perwakilan. Para peserta diarak mengelilingi fakultas-fakultas di lingkungan Universitas Lampung.

Selain karnaval budaya, acara dimeriahkan dengan penampilan lainnya. Antara lain menyanyikan lagu-lagu daerah, pembacaan Puisi Bali dari Staf Ahli BEM U KBM Unila 2018, suguhan tarian oleh Ikatan Mahasiswa Papua, dan silat dari Ratuan Bandarlampung.

Presiden Mahasiswa Universitas Lampung Muhammad Fauzul Adzim menyampaikan, kegiatan ini wujud rasa cinta kebudayaan dan keatifan lokal. Universitas adalah laboratorium, karena mewadahi suluruh etnis, agama, kearifan lokal, dan adat istiadat.

Eva Dwiana Herman HN yang juga hadir sebagai pemerhati budaya menyampaikan, Lampung memiliki banyak sekali budaya, mulai dari suku, tarian, dan lain-lain. “Mari kita bersama-sama sosialisasikan budaya Lampung. Kita tinggalkan budaya barat dan tanamkan budaya Lampung lebih baik dari budaya lainnya,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Prof. Dr. Karomani menambahkan, adalah benar jika budaya bisa dijadikan media perekat bangsa. Menurutnya budaya mengandung nilai-nilai yang boleh jadi tidak ada di budaya lain.

“Saat SD dulu ada mata pelajaran Bahasa Indonesia, bahasa menunjukkan bangsa. Jadi bahasa sebagai bagian dari budaya bukan sekadar alat komunikasi. Bahasa menunjukkan bangsa sekaligus nilai-nilai di dalamnya. Karena itu wajib hukumnya kita perlihara bahasa itu termasuk bahasa Lampung,” pungkasnya.[Penda/Inay_Humas]