(Unila): Kamis (17/10/2019), agenda pemilihan Rektor Universitas Lampung (Unila) secara resmi akan dilangsungkan anggota senat dan menteri. Pemilihan rencananya diselenggarakan di ruang sidang utama lantai 2, Gedung Rektorat kampus setempat.

Hal itu berdasarkan Surat Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia Nomor R/693/M/KP.03.02./2019 tentang pemilihan rektor yang akan dilaksanakan Kamis, 17 Oktober 2019 pukul 09.00 WIB di Universitas Lampung.

Prof. Heryandi selaku Ketua Senat Unila menyampaikan, pemilihan Rektor Universitas Lampung periode 2019–2023 sudah melewati beberapa tahapan. Ia bersama tim juga sudah mengirimkan berita acara tiga calon rektor kepada Kemenristekdikti.

Sebelumnya senat sudah menjadwalkan pemilihan rektor mulai tanggal 26 sampai dengan 30 September lalu. Namun, karena beberapa kendala teknis agenda diundur hingga lusa.

Melalui proses yang panjang, Kemeristekdikti melakukan serangkaian proses penetapan rektor baru Unila. Selain menghimpun rekam jejak ketiga calon rektor dari Badan Intelegen Negara (BIN), Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), serta Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Kemenristekdikti mendapat masukan tentang kinerja ketiga calon usai mengadakan rapat eselon.

“Dari situ menteri dapat menentukan pilihannya berdasarkan berbagai penilaian itu,” ujar mantan Dekan Fakultas Hukum Unila ini.

Secara teknis, lanjut dia, persiapan-persipan sudah dilakukan senat Universitas Lampung. Ia pun menyampaikan, lancar dan suksesnya pemilihan rektor merupakan salah satu komitmen Kemenristekdikti untuk memberikan penilaian.

Hingga saat ini pihaknya juga belum mengetahui siapa delegasi yang akan dikirim Kemenristekdikti untuk datang ke Unila. Namun ia menerangkan, jika menteri berhalangan hadir maka akan diberikan kepada kuasa menteri yang levelnya paling rendah eselon II. “Karena di hari yang sama pemilihan rektor juga berlangsung di tiga perguruan tinggi,” terangnya.

Heryandi berharap, pemilihan rektor 17 Oktober nanti bisa berjalan sesuai harapan dengan atmosfer pemilihan yang sejuk dan menjalankan prinsip demokrasi santun.

Terkait persentase suara menteri, Heryandi menjelaskan, tidak ada perubahan dari jumlah sebelumnya yakni 35% dan 65% suara senat. Hal itu seperti yang diungkapkan Ketua Pemilihan Rektor Unila Prof. Wan Abbas saat bersama-sama hadir pada konferensi pers yang digelar Selasa (15/10/2019) pukul 15.00 WIB, di depan ruang kerja senat, lantai 3 Rektorat.

Abbas menerangkan, teknis pemilihan dilakukan dengan mencoblos tiga calon rektor. Pada hari itu pun akan disosialisasikan siapa yang terpilih menjadi rektor baru Unila, selanjutnya berita acara akan langsung dibawa Kemenristekdikti.[Penda_Humas]