HI FISIP Unila Gelar Semnas Soal IORA

23467456_355497564910465_5017529637917587004_o
23509188_355497464910475_3784689579779216449_o
23509214_355497541577134_4516426327280163093_o
23519065_355497661577122_7993433555030515155_n
23551024_355497454910476_5322075670505333987_o

INDUSTRI kemaritiman harus dibangun dengan terus meningkatkan aktivitas produktif di wilayah kelauatan, mengingat hal ini memiliki peran sentral untuk pembangunan negara dari sektor kemaritiman.

Sebagai media mengimplementasikan hal tersebut, Jurusan Hubungan Internasional FISIP Unila menggelar Seminar Indian Ocean Rim Association (IORA) dan Peran Indonesia Sebagai Maritime Gateway Timur Tengah Ke Pasifik di Ruang Sidang Rektorat Lantai II, Senin (13/11/2017).

Seminar menghadirkan dua pembicara dari Kementerian Luar Negeri RI yakni Sunarko selaku Direktur Timur Tengah dan Asa Patia Silalahi selaku Fungsional Diplomat Madia Direktorat Asia Pasifik dan Afrika Kemenlu RI.

Sunarko menjelaskan, IORA merupakan pelopor dan satu-satunya organisasi regional di wilayah Samudera Hindia yang berperan strategis untuk ekonomi dunia. Hal ini dinilai dari terhubungnya perdagangan internasional dari Asia ke Eropa, dan sebaliknya.

Ia juga mengapresiasi Jurusan Hubungan Internasional selaku akademisi telah mengangkat topik penting serta mendiskusikan isu-isu strategis dan dinamika Indonesia sebagai wilayah strategis jalur Timur Tengah ke Pasifik.

Pada sambutan pembukaannya, Rektor Universitas Lampung Prof. Dr. Ir. Hasriadi Mat Akin, M.P., menjabarkan, transportasi laut saat ini sangat-sangat padat, khususnya di Indonesia. Selama ini transportasi laut dari jalur timur ke barat, hanya melalui selat malaka. Oleh sebab itu, jalur ke arah Selat Sunda dan Maluku merupakan jalur baru, dan melewati banyak pulau-pulau.

“Posisi Indonesia berada di ekuator yang menghubungkan antara dua benua. Ini merupakan posisi strategis untuk membangun Indonesia selaku negara maritim sehingga dampaknya akan sangat berarti terhadap kesejahteraan bangsa Indonesia,” pungkas Hasriadi.

Hasriadi juga menekankan tantangan besar yang dihadapi Indonesia, salah satunya membangun pelabuhan bertaraf internasional untuk memudahkan aktivitas perdagangan internasional.

Di kesempatan yang sama, Asa Patia Silalahi menambahkan, fungsi dan peranan strategis IORA di kawasan Indonesia cukup potensial untuk megembangkan bidang prioritas IORA. Besarnya lalu lintas perdagangan di Indonesia mengindikasikan bahwa IORA bisa memerkuat hubungan yang berdampak baik untuk pertumbuhan ekonomi.

Hubungan timur dan barat melalui jalur maritim Indonesia merupakan modal yang sangat strategis. Hal ini perlu dimanfaatkan dalam hal pengiriman barang, karena akan sangat sayang apabila jalur yang sedemikian strategis itu tidak dimanfaatkan secara optimal.[Riky_Inay/Humas]