IICIS Awali Rangkaian Dies Natalis Unila ke 53

41507272_519535725173314_5169267576261312512_o
41338142_519535685173318_815163768915886080_o
41405976_519535568506663_2949766685441130496_o
41423525_519535471840006_7836183104455704576_o

(Unila): Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Lampung (FISIP Unila) sukses laksanakan gelaran pembuka International Indonesia Conference on Interdiciplinary Studies (IICIS). Kegiatan bertajuk “State and Digital Society” ini digelar di Novotel Bandarlampung, Minggu (9/9/2018) malam.

Ketua pelaksana kegiatan Dr. Unang Mulkan menjelaskan, kegiatan ini fokus pada pembahasan isu digital teknologi dengan menghadirkan beberapa pembicara internasional. Isu yang diangkat meliputi digital teknologi yang dikaitkan dengan berbagai aspek seperti sosial, budaya, ekonomi, bisnis, dan politik.

Ia juga menambahkan, opening ceremony dari kegiatan IICIS ini terdapat beberapa rangkaian kegiatan yakni planery session yang mendatangkan 3 pembicara dari internasional yakni dari Australia, Jerman, dan Malaysia. Selanjutnya planery session diisi dua pembicara internasional asal Australia dan Kroasia.

“Kami telah menerima 120 abstrak dan ini merupakan syarat untuk mengikuti konferensi ini. Selanjutnya dari 120 abstrak yang masuk tadi, kita seleksi sesuai tema hingga menjadi 75 abstrak untuk dibagi ke dalam lima subtema,” urainya.

Di kesempatan yang sama Prof. Bujang Rahman saat diwawancarai mengungkapkan, konferensi internasional yang digelar ini merupakan salah satu rangkaian pembuka semarak Dies Natalis Unila ke 53.

Ia mengatakan, tujuan terselenggaranya IICIS mengajak para peneliti dan akademisi untuk membuka mindset bahwa suatu program tidak bisa lagi didekati dengan cara parsial, namun harus kompresif yakni pendekatan dari berbagai interdisiplin.

“Dalam kaidah ilmu pengetahuan, implementasi seminar ini mencoba membedah mindset para pemangku kebijakan, para pelaku pembangunan yang selama ini masih parsial monodisiplin, kini kita mengajak ke pola yang komprehensif,” terangnya.

Bujang Rahman meyakini IICIS merupakan langkah strategis bagi peneliti dan akademisi untuk berbagi pengalaman tentang keilmuan untuk kemajuan yang lebih baik.

Kegiatan yang disponsori oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) ini juga akan menargetkan karya dalam bentuk prosidding. Selain itu, beberapa presentasi dari abstrak yang terpilih masuk ke dalam prosidding akan diarahkan ke publikasi ilmiah internasional.[Riky Fernando/Inay_Humas]