Himbio Selamatkan Bumi Melalui PKSDA

(Unila): Himpunan Mahasiswa Biologi (Himbio) Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alama (FMIPA Unila) kembali menggelar Pekan Konservasi Sumber Daya Alam (PKSDA) ke-19, Senin (20/4). Kali ini Himbio mengusung tema Semangat Konservasi Selamatkan Bumi dari Sampah.

Acara yang dihelat mulai 19-26 April ini diawali dengan mengadakan aksi lingkungan berupa penanaman mangrove dan snorkeling di Ketapang, Padang Cermin, Pesawaran, pada 19 April lalu. Dilanjutkan dengan acara pembukaan PKSDA pada hari ini. Rangkaian kegiatan selanjutnya yakni pelaksanaan donor darah, gravity konservasi , olimpiade biologi, fotografi konservasi, biologi akustik, cabaret konservasi, mading koservasi, dan penutup.

Dekan FMIPA Prof. Suharso, Ph.D., dalam sambutannya menyampaikan, PKSDA merupakan salah satu kegiatan rutin tahunan Himbio. Sejak dibentuk pada 20 Mei 1992 lalu, Himbio kini sudah berusia 23 tahun. Di tahun ke-19 ini, kata dia, PKSDA diharapkan mampu menjadi media edukasi tentang pentingnya konservasi, baik bagi mahasiswa biologi maupun lingkungan masyarakat pada umumnya.

“Tema Semangat Konservasi Selamatkan Bumi dari Sampah ini merupakan kunci penting bagi FMIPA Unila karena memiliki peran besar dalam proses melestarikan lingkungan dan penyelamatan bumi,” ujarnya.

Rektor Unila Prof. Dr. Ir. Sugeng P. Harianto, M.S., dalam sambutannya mengatakan, hal-hal yang berkaitan dengan konservasi telah diatur dalam Undang-undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 1990 Tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem. Undang-undang tersebut berisi antara lain tentang perlindungan, pelestarian, dan pemanfaatan sumber daya alam yang tentunya disesuaikan dengan kemampuan lingkungan itu sendiri.

Dengan tema “Selamatkan Bumi dari Sampah”, dari sisi perlindungan bumi tentunya sampah yang harus diolah adalah sampah anorganik. Sedangkan sampah organik memang semestinya kembali lagi ke alam.

“Saya senang konservasi menjadi andalan FMIPA. Saya berharap PKSDA dapat terus berjalan bukan hanya demi kepentingan keilmuan mahasiswa namun bagi kepentingan masyarakat luas,” pungkasnya.[]