(Unila): Himpunan Mahasiswa Kimia (Himaki) Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Lampung (Unila) menggelar diskusi ilmiah bertajuk “Adaptasi Kesehatan dan Strategi Belajar Mahasiswa dalam Era New Normal Pascapandemi Covid-19”, Selasa (30/6/2020) via Zoom.

Diskusi dibuka secara resmi oleh Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni FMIPA Dr. rer. Nat. Roniyus Marjunus, S.Si., M.Si.

Selain menghadirkan Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan Dikti Prof. Ismunandar, Ph.D., hadir narasumber lain yaitu Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, dan Kemitraan Universitas Hasanudin Prof. dr. Muhammad Narsum Massi, Ph.D., Prof. Dr. dr. Muhartono, M.Kes., Sp.PA., dan Dr. dr. Khairun Nisa Berawi, S.Ked., M.Kes., AIFO., dari Fakultas Kedokteran Unila, serta Satuan Tugas Covid-19 Unila.

Diskusi yang ditayangkan secara live streaming melalui Youtube ini diikuti 370 peserta terdiri dari 244 peserta umum dan 126 pengurus Himaki. Turut hadir pula Ketua Jurusan Kimia FMIPA Unila Mulyono, Ph.D, Ketua IKA Kimia Idiansyah Laksana, S.Si., serta Dosen Pembina Himaki Hapin Afriyani, S.Si., M.Si.

Ketua Umum Himaki Indra Prasetya mengungkapkan, pembahasan terkait strategi belajar dan adaptasi kesehatan merupakan dampak munculnya pandemi Covid-19. Lewat forum diskusi ilmiah, seluruh mahasiswa Indonesia dapat berdiskusi bersama membahas dampak-dampak signifikan tersebut.

Mulyono, Ph.D., dalam sambutannya menyampaikan, diskusi ilmiah Himaki digagas sebagai salah satu strategi persiapan dalam melakukan kegiatan belajar, khususnya dari prespektif para pembicara yang notabene dosen di perguruan tinggi dan ahli kesehatan.

Ia berharap, kegiatan ini bisa memberikan hasil sesuai tujuan pembelajaran yaitu munculnya pandangan baru dan paradigma baru di era new normal.

“Mudah-mudahan paradigma yang disampaikan para pakar menjadi pertimbangan yang digunakan seluruh mahasiswa sehingga nantinya bisa menjalani proses kegiatan belajar mengajar dengan baik dan tetap menerapkan protokol Covid-19,” imbuhnya.

Diskusi yang dibuka dengan pemaparan Prof. Ismunandar, Ph.D., ini juga mengulas bagaimana mahasiswa beradaptasi dan membuat strategi belajar yang efektif di era new normal.

Ismunandar dalam presentasinya menekankan, penting juga bagi mahasiswa untuk mempelajari dan meningkatkan kemampuannya pada literasi baru di era yang semakin bergantung pada teknologi. Misalnya seperti memahami data, teknologi informasi, literasi manusia, dan pembelajar sepanjang hayat.

Selanjutnya pada sesi kedua, diskusi dilangsungkan dengan model talk show antara para narasumber yaitu Prof. dr. Muhammad Narsum Massi, Ph.D., Prof. Dr. dr. Muhartono, M.Kes., Sp.PA., dan Dr. dr. Khairun Nisa Berawi, S.Ked., M.Kes, dengan seluruh peserta diskusi. Sesi ini membahas seputar bagaimana menghadapi hidup dengan Covid-19 di era new normal dari aspek kesehatan.

Peserta diberikan kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan para narasumber, memberikan pendapat, dan mengajukan pertanyaan terkait Covid-19. [Humas/rilis]