(Unila): Himpunan Mahasiswa Farmasi (Himafarsi) Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Lampung (Unila) melaksanakan program kerja Departemen Sosial dan Masyarakat (SOSMA) melalui kegiatan pengabdian masyarakat SI AKSI 2026 bertema “PIONIR (Pharmacy Initiative for Outreach, Innovation, and Rural Health)”, di Desa Sabah Balau, Lampung Selatan, pada Sabtu, 2 Mei 2026.
Kegiatan ini merupakan bentuk kontribusi mahasiswa farmasi dalam meningkatkan kesadaran dan pelayanan kesehatan masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan.
SI AKSI 2026 turut dihadiri sekaligus dibuka secara resmi oleh Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni FK Unila, dr. Rasmi Zakiah Oktarlina, M.Farm.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut para pembina Himafarsi Unila, yaitu apt. Wahyu Alfath Firdaus, M.Farm., apt. Dwi Ismayati, M.Clin.Pharm., apt. Ervina Damayanti, S.Farm., M.Clin.Pharm., Afriyani, S.Farm., M.Farm., dan apt. Yulianasari Pulungan, M.Clin.Pharm.
Kegiatan diawali dengan sambutan Ibu Kepala Desa Sabah Balau, Masyithoh. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa kegiatan pengabdian masyarakat yang diinisiasi Himafarsi Unila mampu menjadi sarana edukasi kesehatan sekaligus bentuk kepedulian mahasiswa terhadap masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa tidak hanya memberikan pelayanan kesehatan, tetapi juga mendorong masyarakat untuk lebih memahami pentingnya menjaga kesehatan dan menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pelayanan kesehatan masyarakat berupa pemeriksaan General Check Up (GCU) dan pengecekan tekanan darah. Masyarakat juga memperoleh edukasi kesehatan secara langsung dari para pembina Himafarsi Unila.
Edukasi tersebut diberikan untuk membantu masyarakat memahami hasil pemeriksaan kesehatan serta meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya pemeriksaan kesehatan secara rutin.
Selanjutnya, peserta mendapatkan materi kesehatan yang disampaikan oleh apt. Dwi Ismayati, M.Clin.Pharm. mengenai penyakit asam urat, gula darah, dan kolesterol. Materi yang diberikan meliputi penyebab, faktor risiko, langkah pencegahan, serta penerapan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari.
Antusiasme masyarakat terlihat selama sesi pemaparan dan diskusi berlangsung. Peserta aktif mengajukan berbagai pertanyaan terkait upaya menjaga kesehatan dan pencegahan penyakit tidak menular.
Selain edukasi kesehatan, SI AKSI 2026 juga menghadirkan workshop pembuatan teh herbal. Dalam workshop tersebut, peserta diperkenalkan cara mengolah bahan alami seperti serai, jahe, daun kelor, daun salam, dan gula merah menjadi minuman herbal yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh.
Workshop ini menjadi upaya pengenalan pemanfaatan tanaman herbal sebagai alternatif minuman kesehatan yang mudah dibuat secara mandiri di rumah.
Kegiatan SI AKSI 2026 ditutup dengan sesi dokumentasi bersama. Melalui kegiatan ini, Himafarsi Unila berharap masyarakat dapat meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya menjaga kesehatan, melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala, serta memanfaatkan bahan herbal alami sebagai upaya menjaga kesehatan tubuh. [Magang_Yuki Azzahra]
