Hasriadi Bekali 2.366 Mahasiswa KKN

(Unila): Rektor Universitas Lampung (Unila) Prof. Dr. Ir. Hasriadi Mat Akin, M.P., beri pembekalan jelang pemberangkatan 2.366 mahasiswa ke lokasi Kuliah Kerja Nyata (KKN) Unila periode Januari-Maret 2016. Kegiatan berlangsung di GSG Unila, Senin (8/12).

Dengan mengusung tema Implementasi Keilmuan dan Teknologi Tepat Guna dalam Pemberdayaan Masyarakat dan Pembentukan Karakter Bangsa Melalui Penguatan Fungsi Keluarga (POSDAYA), pemberangkatan KKN kali ini diperkirakan dilaksanakan pada 17 Januari 2016. Terbagi dalam tujuh wilayah Provinsi Lampung.

Rincinya, Kabupaten Tulangbawang dengan jumlah mahasiswa 1.022 orang, Kabupaten Tanggamus 393 orang, Kabupaten Mesuji 224 orang, Kabupaten Pesisir Barat 189 orang, Kabupaten Lampung Barat 172 orang, Kabupaten Lampung Timur 112 orang, serta Kabupaten Pesawaran 252 orang.

Lokasi kegiatan KKN untuk setiap kabupaten yakni Lampung Timur sebanyak 1 kecamatan dan 5 desa, Pesawaran 5 kecamatan dan 36 desa, Mesuji 4 kecamatan 32 desa, Tulangbawang 15 kecamatan 151 desa, Lampung Barat 3 kecamatan 24 desa, Tanggamus 7 kecamatan 56 desa, serta Pesisisr Barat 3 kecamatan 27 desa. “Setiap pekon/desa ditempati sebanyak tujuh mahasiswa,” ujar Ketua KKN Unila Yourni Atmaja.

Mahasiswa yang diberangkatkan berasal dari seluruh fakultas di lingkungan Unila. Yakni Fakultas Ekonomi dan Bisnis sebanyak 400 orang, Fakultas Hukum 317 orang, Fakultas Pertanian 633 orang, Fakultas Teknik 239 orang, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik 431 orang, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam 162 orang, Fakultas Kedokteran 176 orang, serta Fakultas Ilmu Keguruan dan Pendidikan 8 orang.

Rektor Unila Prof. Dr. Ir. Hasriadi Mat Akin, M.P., dalam sambutannya mengatakan, pihaknya memandang bahwa para mahasiswa masih ‘setengah matang’. Oleh karena itu KKN diharapkan mampu mematangkan kedewasaan para peserta.

“Gunakan kesempatan ini untuk belajar bagaimana berempati dan berinteraksi di tengah masyarakat sehingga tahu apa yang dibutuhkan dan dipunyai masyarakat. Karena itu sebagai mahasiswa, latih lah empati kepada masyarakat karena saudara adalah calon pemimpin. Seorang pemimpin membutuhkan orang-orang yang berempati,” pungkasnya.[*]