(Unila): Dukung Universitas Lampung (Unila) pada program GreenMetric, managing Grab Indonesia Area Sumatra sambangi rektor untuk membahas peluang kerja sama. Kehadiran rombongan diterima langsung Rektor Unila Prof. Karomani di ruang sidang senat, Selasa (11/2/2020).

Manager Grab Indonesia Area Sumatra Reiza Partalika saat presentasi memaparkan, terdapat sejumlah layanan yang dimiliki Grab hingga saat ini. Layanan itu antara lain Grab Car, Grab Bike, Grab Rent, Grab Food, Grab Express, dan Grab Wheels. Sesuai kondisi kampus Unila yang sangat gencar mengampanyekan GreenMetric, pihak Grab menawarkan kerja sama penggunaan layanan Grab Wheels dalam bentuk sewa.

Grab Wheels adalah layanan sewa skuter listrik atau biasa disebut dengan e-scooters yang diperuntukkan bagi pengguna dalam perjalanan jarak dekat. Grab Wheels dapat dimanfaatkan di jalur-jalur yang ditetapkan operator, sehingga mengontrol penggunaan grab tools saat berada di luar area kampus.

“Bila ini jadi diterapkan, kita akan uji coba di awal. Kami juga berharap jika ini jadi, bentuk kerja sama antara Grab dan Unila dapat long term berjalan,” ungkap Reiza.

Menyambung penjelasan itu, Bussines Development Hyperlocal Bismi Ariffadilah menerangkan, Grab juga siap menyediakan beberapa titik stasiun untuk penerapan sarana ini.

Dalam pemanfaatannya, pengguna dapat melakukan pembayaran sewa dengan menggunakan Ovo. Pihak Unila hanya diminta menyiapkan tempat penyimpanan yang baik, sarana listrik tempat pengecasan kendaraan, dan area parkir. Lalu dari pihak Grab akan menyediakan sarana Grab Wheels, aplikasi, asuransi, scooters maintenance, dan monthly report.

Menanggapi hal tersebut Karomani mengatakan, pihak Unila akan merumuskan terlebih dahulu bentuk kerja sama ini secara detil. Kerja sama dalam pemanfaatan layanan Grab Wheels ini sangat mendukung Unila meminimalkan polusi.

Karomani menegaskan, keputusan kerja sama ini kelak ditargetkan untuk menyumbang poin GreenMetric Unila. Selain itu, keputusan kerja sama akan melibatkan masukan dari mahasiswa karena apabila tidak rasional maka akan dilakukan evaluasi sehingga diputuskan kesimpulan.

Direktur Badan Pengelola Usaha (BPU) Unila Mustofa Endi menambahkan, perlu ada data terkait rasio jumlah tools yang ditawarkan dengan jumlah mahasiswa yang akan menggunakan. Selain itu, perlu ada kebijakan terkait risiko kendaraan yang lalu-lalang dengan jalur grab yang beroperasional berikut dengan pembangian pendapatannya nanti. [Humas/Riky]