(Unila): Penerapan perkuliahan sistem online untuk merespons penyebaran wabah virus corona (covid-19) telah dilakukan sejumlah kampus. Universitas Lampung (Unila) juga telah memberlakukan kuliah daring (dalam jaringan) sejak 16 Maret 2020.

Namun di tengah pergantian model kuliah ke model online, banyak kendala yang dihadapi mahasiswa. Untuk itu sejumlah utusan mahasiswa yang diwakili DPM U KBM Unila menggelar dialog dengan Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Dr. Heryandi, S.H., M.H., terkait dikeluarkannya Surat Edaran Rektor terbaru Nomor 2333/UN26/2020.

Dialog yang berlangsung di ruang kerja wakil rektor bidang akademik, Senin (30/3/2020) ini membahas beberapa persoalan mulai dari fasilitas, pengaturan jadwal kuliah online, kuota internet, model pembelajaran yang belum terstruktur, hingga peraturan penyelenggaraan bimbingan seminar dan skripsi.

Dialog yang disiarkan langsung melalui aplikasi Instagram @official_unila ini juga membahas saran dan harapan yang disampaikan Wahyu Anugrah selaku Wakil Ketua I DPM U. Antara lain meminta para dosen tidak memberikan tugas online yang memberatkan mahasiswa, tidak melakukan perkuliahan di hari libur, memberikan kemudahan akses perkuliahan bagi para mahasiswa, menciptakan aplikasi perkuliahan yang lebih efektif, dan mereviu persoalan UKT.

Prof. Heriyandi menyambut baik materi dialog yang disampaikan. Pada kesempatan itu pula ia menjelaskan, mekanisme persoalan perkuliahan hendaknya disampaikan dan diselesaikan terlebih dahulu di jajaran dekan dan program studi di fakultas masing-masing. “Apabila memang tidak ditemukan jalan ke luar, bisa ke WR 1 untuk didiskusikan dan dicarikan jalan ke luarnya,” ujarnya.

Dirinya menyatakan siap membuka ruang diskusi dengan mahasiswa apabila ada keluhan dan permasalahan yang ingin disampaikan. Sebagai langkah awal, dirinya akan membuat surat edaran serta mengimbau para dekan dan ketua program studi di lingkungan Unila terkait beberapa hal yang dirasa membebani mahasiswa dalam menjalankan kuliah sistem online. Sementara untuk aplikasi perkuliahan bebas kuota akan didiskusikan kembali dengan pihak UPT TIK Unila.

Diakhir dialog, ia mengharapkan agar semua pihak dapat saling mengerti dan percaya bahwa setiap permasalahan bisa didiskusikan langsung dengannya. Heryandi berharap, mahasiswa bisa memahami situasi ini dan bisa bersabar serta dapat menjaga diri dengan mengikuti imbauan pemerintah dan kampus. [Humas/Angel]