(Unila): Yudisium ke-43 Periode V Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Lampung (Unila) tahun 2026 yang dilaksanakan di Dekanat FMIPA Unila pada Rabu, 22 April 2026, tidak hanya menjadi momentum akademik penanda kelulusan mahasiswa, tetapi juga membawa pesan kuat mengenai peran kampus yang berdampak bagi masyarakat.
Dalam suasana khidmat, FMIPA Unila memberikan penghormatan khusus kepada keluarga dua mahasiswi almarhumah, Bunga Rosana dan Fatmawati, yang wafat saat berada pada tahap akhir penyelesaian studi di Jurusan Fisika FMIPA Unila.
Momentum ini menjadi pengingat bahwa Unila tidak hanya hadir sebagai institusi akademik yang menjaga mutu lulusan, tetapi juga sebagai ruang pendidikan yang merawat nilai kemanusiaan, penghargaan atas proses belajar, serta ikatan kekeluargaan dengan mahasiswa dan keluarganya.
Penghormatan tersebut diberikan dalam bentuk surat keterangan dan transkrip akademik dari fakultas sebagai kenang-kenangan bagi keluarga, sekaligus bentuk apresiasi atas perjuangan akademik kedua almarhumah selama menempuh pendidikan di FMIPA Unila.
Dekan FMIPA Unila, Dr. Eng. Heri Satria, S.Si., M.Si., menjelaskan, keduanya telah menorehkan capaian akademik yang sangat berarti dan berada sangat dekat dengan kelulusan.
“Kedua almarhumah itu sudah menyelesaikan 140 SKS, yang satu 140, yang satu 143. Jadi almarhumah itu sedang menyelesaikan data-data penelitian, data awal untuk menulis skripsi,” ujarnya.
Menurut Heri Satria, secara akademik kedua mahasiswa tersebut telah menunjukkan dedikasi yang kuat. Salah satu di antaranya tercatat memiliki IPK 3,11, sedangkan satu lainnya meraih IPK di atas 3,6. Namun, sesuai ketentuan akademik yang berlaku, gelar sarjana belum dapat diberikan karena proses skripsi belum sepenuhnya selesai.
“Belum sempat untuk mendapatkan gelar akademik karena di peraturan akademik kita kan harus selesai skripsinya,” kata dia.
Karena itu, fakultas memilih memberikan surat keterangan sebagai bentuk penghormatan institusi terhadap perjalanan studi keduanya, sekaligus penegasan bahwa perjuangan akademik mereka tetap diakui dan dikenang oleh kampus.
Dalam konteks itu, penghargaan kepada dua mahasiswi almarhumah tidak berhenti sebagai bentuk empati kepada keluarga, melainkan juga menjadi pesan moral bagi sivitas akademika dan masyarakat luas bahwa setiap proses belajar memiliki nilai yang patut dihormati.
Kampus hadir tidak semata untuk menilai hasil akhir, tetapi juga untuk mengakui ketekunan, perjuangan, dan semangat belajar yang telah ditunjukkan mahasiswa selama menjadi bagian dari institusi.
Dekan FMIPA menegaskan bahwa makna dari penghargaan ini juga terkait dengan dampak yang ingin dihadirkan kampus kepada masyarakat. “FMIPA memberikan apresiasi kepada masyarakat yang sudah belajar di sini,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa dampak dari langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat minat masyarakat terhadap ilmu pengetahuan, khususnya bidang sains.
Melalui penghargaan tersebut, fakultas menunjukkan institusi pendidikan dapat menjadi sumber motivasi bagi mahasiswa aktif untuk terus berjuang menuntaskan studi, sekaligus menjadi pengingat bagi masyarakat bahwa proses menuntut ilmu merupakan perjalanan yang bernilai tinggi.
Acara ini turut dihadiri Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kerja Sama Mulyono, S.Si., M.Si., Ph.D., Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Dr. Junaidi, S.Si., M.Si., Ketua Senat, Sekretaris Senat Prof. Dr. Syafriadi, M.Si., keluarga almarhumah Bunga Rosana dan Fatmawati serta seluruh mahasiswa peserta yudisium. [Riky Fernando]




