Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lampung (Unila) menyelenggarakan Workshop Gerakan Anti Korupsi guna menanamkan nilai-nilai kejujuran dan tanggung jawab kepada generasi muda. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 16 April 2026, bertempat di Aula K FKIP Unila.
Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Bapak Hermi Yanzi, S.Pd., M.Pd., mewakili Dekan FKIP Unila. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa keberhasilan di dunia nyata tidak hanya ditentukan oleh Indeks Prestasi Kumulatif (IPK), melainkan oleh kekuatan karakter dan integritas diri.
“Cerdas secara akademik tidak selalu berbanding lurus dengan kesuksesan apabila tidak diiringi dengan pola pikir yang kuat dan integritas yang tinggi. Kelemahan yang sering kita temui di Indonesia bukanlah sulitnya mencari orang hebat, tetapi sulitnya menemukan individu yang benar-benar jujur,” tegas Bapak Hermi Yanzi.
Beliau juga mengajak mahasiswa untuk mulai mengubah kebiasaan buruk yang dapat merusak karakter sejak dini, mengingat mahasiswa merupakan aset vital bagi masa depan bangsa yang harus berorientasi pada nilai-nilai kebenaran.
Workshop ini menghadirkan narasumber pakar di bidang pendidikan karakter, Bapak Dr. Karyadi Hidayat, M.Pd. Beliau memaparkan bahwa integritas adalah fondasi utama dalam membangun kredibilitas di masyarakat.
Menurut Dr. Karyadi, integritas bukan sekadar konsep teoritis, melainkan praktik nyata yang melibatkan konsistensi diri. “Integritas adalah keselarasan antara pikiran, perkataan, dan perbuatan. Ketika ketiganya berjalan seiring, maka akan terbentuk pribadi yang kuat, jujur, dan dapat dipercaya,” jelasnya di hadapan para peserta.
Melalui tema “Scroll Cerdas, Aksi Tegas”, mahasiswa diajak untuk lebih kritis dalam menyikapi fenomena sosial, termasuk praktik korupsi yang masih marak terjadi. Mahasiswa didorong untuk tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi agen perubahan yang menyebarkan virus kejujuran di lingkungan sekitarnya.
Kegiatan ini diharapkan mampu mencetak lulusan FKIP Unila yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki moralitas tinggi. Dengan demikian, mereka diharapkan mampu berkontribusi dalam menciptakan tatanan masyarakat yang bersih dari korupsi serta menjunjung tinggi keadilan di masa depan.
