FGD Revisi Pedoman Implementasi Remunerasi

IMG_1017
IMG_1027
IMG_1028
IMG_1039
IMG_1044

(Unila): Badan Pengelola Remunerasi Universitas Lampung mengadakan Forum Group Discussion (FGD) Revisi Pedoman Implementasi Remunerasi di ruang sidang lantai IV Rektorat, Jumat (9/03/2018).

Hadir membuka acara Rektor Unila Prof. Dr. Ir. Hasriadi Mat Akin, M.P. Adapun peserta kegiatan di antaranya wakil dekan II fakultas, ketua lembaga, ketua badan, kepala UPT, dan ketua SPI.

Agenda FGD yang digawangi Dr. Susi Sarumpaet selaku Ketua BP Remunerasi Unila ini membahas materi seputar remunerasi mulai dari fenomena implementasi remunerasi, tantangan yang akan dihadapi, payung hukum, definisi, prinsip dasar remunerasi, hingga insentif khusus.

Rektor dalam sambutannya mengatakan, 2018 merupakan tahun ketiga implementasi remunerasi. Remunerasi menurutnya bukan ajang bagi-bagi uang namun merupakan penghargaan terhadap prestasi.

Oleh sebab itu Unila sebagai Perguruan Tinggi Badan Layanan Umum diperbolehkan menganggarkan 40% pengelolaan keuangannya dan mengalokasikannya kepada para tenaga pendidik berprestasi di bidang akademik maupun tenaga kependidikan yang berprestasi di bidang pelayanan.

Tidak bisa dipungkiri bahwa remunerasi ini sudah memacu kinerja. Dengan demikian untuk memantau sejauh mana kualitas kinerja itu berjalan maka akan diadakan evaluasi mutu para tenaga pendidik dan tenaga kependidikan.

Hasriadi menambahkan, remunerasi harus dipakai sebagai instrumen untuk meningkatkan prestasi. “Pola pikir ini yang harus kita tanamkan kepada seluruh pegawai di lingkungan Unila. Dengan demikian, para pegawai di Unila diharapkan mampu meningkatkan prestasi kerja di setiap unit kerjanya masing-masing.”[Dwi Putriana/Inay_Humas]