(Unila): Universitas Lampung (Unila) sebagai Perguruan Tinggi Negeri Badan Layanan Umum mempunyai visi menjadi Perguruan Tinggi Sepuluh Terbaik Di Indonesia pada tahun 2025. Untuk mewujudkan hal itu Unila dituntut meningkatkan jumlah publikasi dan sitasi dalam bentuk penelitian yang berkualitas.

Berkaitan hal itu Unila melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) Review Proposal Penelitian Bagi Para Reviewer Nasional dan Internasional. Kegiatan berlangsung di Aula Pertemuan Nuwono Tasya, Senin (2/12/2019).

Sekretaris LPPM Unila Dr. Hartoyo, M.Si., saat membuka acara mengatakan, tujuan inti kegiatan ini mengupas persoalan terkait pekerjaan sebagai reviewer proposal penelitian.  Ditargetkan pada Januari 2020, para reviewer internal dihadapkan pada sejumlah proposal penelitian yang masuk.

Unila kini mendapat tambahan reviewer nasional bersertifikat sebagai upaya lebih meningkatkan kualitas proposal sekaligus kinerja penelitian di Universitas Lampung. Demi menjaga kualitas, LPPM juga sudah menyiapkan draf panduan sebagai pegangan para reviewer khusus pada proposal penelitian dana BLU yang kini berjumlah 9 skema.

Selain menyamakan persepsi, pada FGD ini Hartoyo berharap, para reviewer proposal penelitian dapat saling bertukar pengalaman dan memecahkan berbagai persoalan terkait reviewer internal Unila.

Salah satu permasalahan yang kerap dihadapi yakni keterbatasan waktu bagi para peneliti dan reviewer dalam menghasilkan proposal penelitian berbasis proses. LPPM juga telah meminta para peneliti untuk menjalankan tugas sebagaimana role model pada buku panduan reviewer.[Riky_Humas]