(Unila):  Pembelajaran daring di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unila berjalan lancar, bahkan FEB sendiri tengah mempersiapkan diri untuk menerapkan pembelajaran yang mengkombinasikan pengajaran langsung (face-to-face) dan pengajaran berbasis online (blended learning).

Hal ini disampaikan langsung Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kerja sama FEB Unila Dr. Ernie Hendrawati, S.E., M.Si saat diwawancarai Tim website, Jumat (8/5/2020).

Menurutnya, pelaksanaan pembelajaran daring sedikit demi sedikit mengubah metode belajar di FEB. Hal ini yang menimbulkan ide bagi FEB untuk membuat kebijakan yang mendukung pelaksanaan blended learning.

Kebijakan tersebut di antaranya adalah pelatihan tentang blended learning dan membuat studio untuk para dosen memproduksi video bahan ajar yang akan digunakan di sesi kuliah online.

”Kita mengadakan pelatihan blended learning nanti, karena memang itu sudah menjadi tuntutan di kurikulum juga di akreditasi,” ujarnya.

Selain itu, pembuatan studio juga merupakan upaya fakultas mengakomodasi mata kuliah yang membutuhkan sesi demonstrasi. Sejak kuliah daring diterapkan, proses interaksi pada kelas ini menjadi keluhan para dosen.

Survei yang dilakukan pada 216 kelas di FEB pada pertemuan ke-8 menunjukkan bahwa saat ini sebanyak 61% proses pembelajaran dilakukan melalui Google Classroom, 17% menggunakan Vclass, 7% menggunakan Zoom dan sisanya menggunakan aplikasi lain.

Kendati semua pembelajaran beralih ke daring, pelaksanaan perkuliahan dan UAS tetap mengikuti jadwal yang sudah ada dan sesuai dengan kalender akademik. Meskipun begitu, baik dosen dan mahasiswa dapat membuat kesepakatan bersama tentang penyelenggaraan kuliah dan tugas seefisien mungkin.

Begitu juga dengan pelaksanaan seminar dan ujian akhir mahasiswa. Meskipun dilaksanakan secara online, pihak fakultas juga memberikan pilihan kepada dosen dan mahasiswa untuk menyesuaikan dengan kondisi masing-masing. Artinya, ujian dapat dilaksanakan di kampus maupun online.

Erni tidak menampik, bahwa masih banyak kendala – kendala yang dihadapi selama pelaksanaan kuliah daring di FEB. Persoalan seperti gangguan jaringan, kelas-kelas interaktif yang tidak bisa diakomodasi dosen yang masih beradaptasi dengan sistem pembelajaran baru, menjadi masalah yang terjadi sampai sekarang.

Meskipun demikian, FEB akan memaksimalkan penggunaan teknologi khususnya pada bagian pelayanan karena pemanfaatan teknologi terbukti membuat kinerja karyawan lebih terstruktur dan tingkat kepastian mahasiswa mendapatkan apa yang mereka butuhkan menjadi lebih tinggi dan akurat.

Mahasiswa dapat menggunakan layanan melalui link google form yang sudah dipersiapkan oleh pihak fakultas dan sudah terjadwal. Selain itu, FEB juga menerima layanan berupa pengiriman paket yang membantu mahasiswa mengurus keperluan seperti keperluan wisuda. FEB juga melakukan survei berkala terkait pelaksanaan kuliah daring minimal 2 kali agar dapat dievaluasi.

“Kita akan memaksimalkan penggunaan teknologi ke depan. Belajar dari kondisi seperti ini, walaupun kita tidak dalam keadaan Covid-19, namun kita akan memaksimalkan teknologi dalam proses pelayan akademik,” jelasnya. [Humas/Angel]