(Unila): Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Lampung (Unila) Prof. Dr. Bujang Rahman, M.Si., menyambut dua asesor utusan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT), Jumat (6/9/2019).

Kedatangan dua asesor, Prof. Dr. Sucihatiningsih Dian Wisika Prajanti, M.Si., dari Universitas Negeri Semarang dan Prof. Indra Maipita, M.Si., Ph.D., dari Universitas Negeri Medan, ini diterima di Ruang Sidang Dekanat Gedung FKIP Lantai 2.

Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unila Prof. Dr. Patuan Raja, M.Pd., menyampaikan ucapan selamat datang kepada dua asesor dalam rangka asesmen lapangan Program Studi Pendidikan Ekonomi. “Saya berharap para dosen dapat menimba ilmu dari kedua asesor dalam rangka perbaikan kualitas ke depan,” ujarnya.

Prof. Bujang menyampaikan, program studi pendidikan ekonomi memiliki posisi strategis bukan saja di Universitas Lampung melainkan di Provinsi Lampung. Menurutnya, pembelajaran ekonomi di sekolah menjadi sangat penting.

Provinsi Lampung memang bukan wilayah yang besar dengan jumlah penduduk sekitar 8,5 juta jiwa. Tetapi dari perspektif pertanian, hampir semua komoditas ekonomi ada di Provinsi Lampung seperti karet, sawit, tebu, nanas, kakau, bahkan Bumi Ruwa Jurai ini menjadi pemasok kasava sebesar 33 persen di Indonesia.

Dari persepektif pariwisata, lanjut Bujang, Lampung tidak terlalu jauh dari Medan. Lampung memiliki banyak potensi wisata seperti Pulau Pahawang, Kiluan. “Ada pula pantai yang ombaknya tidak putus sepanjang 1 kilometer, itu ada di Pantai Tanjungsetia, Krui, Kabupaten Pesisir Barat,” kata dia.

Oleh karena itu Mantan Dekan FKIP Unila ini menilai posisi pendidikan ekonomi menjadi sangat stategis bukan saja pengembangan pendidikan ekonomi di sekolah, tapi kontribusinya pada masyarakat.

Selain itu pendidikan ekonomi juga memiliki posisi strategis dalam bidang sosial. Hal itu terlihat dari jumlah penduduk yang betul-betul etnik Lampung hanya 13 persen. Selebihnya, 87 persen merupakan orang-orang Lampung yang berasal dari luar Lampung. Ini membuktikan Lampung menjadi masyarakat yang majemuk di Indonesia karena hampir semua etnik bisa ditemukan di Provinsi Lampung.

Di kesempatan itu Guru Besar Unila ini berharap, kedua asesor dapat berbagi pengalaman dalam rangka revitalisasi posisi pendidikan ekonomi baik di bidang pendidikan maupun kontribusi pada provinsi. “Saya mohon semua pihak dapat berkerja sama,”.[Penda_Humas]