(Unila): Rektor Universitas Lampung (Unila) Prof. Hasriadi Mat Akin selaku Ketua Dewan Riset Daerah (DRD) tandatangani nota kesepahaman (Memorandum of Understanding) antara Pemerintah Provinsi Lampung dengan perguruan tinggi negeri dan swasta bersinergi membangun Lampung berjaya, Selasa (29/10/2019).

Kepala Balitbangda Lampung Ir. Hamartoni Ahadis mengatakan, kegiatan ini terselenggara melalui dua Surat Keputusan Gubernur Lampung tentang pembentukan DRD tahun 2019—2022 tentang pemenang lomba anugerah inovasi tahun 2019.

Acara ini bertujuan mengkaji prioritas dan kebijakan dalam mendukung program pemerintah daerah sekaligus mendorong masyarakat dan pelajar untuk meneliti dan menciptakan karya ilmiah dengan memanfaatkan sumber daya alam unggulan di daerah.

“Dibantu perguruan tinggi yang ada di Lampung maka pemerintah akan selalu didukung sektor ilmu pengetahuan dan ilmu teknologi,” ujarnya.

Prof. Hasriadi menyampaikan, riset daerah bertugas memberi kajian tentang potensi-potensi daerah besar. Provinsi Lampung salah satunya merupakan pemasok cassava 36% untuk nasional juga penghasil jagung terbesar ke-3 di Indonesia, begitu juga kopi. Potensi-potensi itu seyogyannya menjadi modal untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat Lampung.

Guru Besar Unila ini pun menekankan, sinergi perguruan tinggi dan pemerintah daerah sangat diharapkan membangun sistem inovasi daerah sehingga potensi alam yang demikian  besar dan bernilai bisa meningkatkan perekonomian Lampung. Universitas Lampung sendiri sudah memanfaatkan cassava sebagai unggulan kampus.

Gubernur Lampung Ir. Arinal Djunaidi dalam sambutannya menguraikan, pemerintah daerah dapat berinovasi di semua bidang guna mendukung kinerja pemerintah. Inovasi berupa proses mekanisme ataupun produk harus dilibatkan dalam pemanfaatan pengembangan inovasi ilmu pengetahuan agar mampu berdaya saing.

Badan Litbang harus mampu berkolaborasi dengan lembaga riset lainnya khususnya dewan riset daerah. Diharapkan program itu dapat mendukung pemerintah Provinsi Lampung merumuskan arah prioritas dan peran kebijakan penelitian, pengembangan, penerapan ilmu pengetahuan, serta teknologi.

“Pada akhirnya akan digunakan sebagai dasar penyusunan rencana kegiatan pembangunan daerah di masing-masing satuan keja,” ujar Arinal.

Kegiatan juga dihadiri perwakilan Dewan Riset Nasional Dr. Ir. Bambang Setiadi, IPU., Ketua Komisi Infrastruktur, Energi, dan ICT DRD Lampung Prof. Dr. Ir. Deny Juanda Puradimaja, D.E.A., 12 pimpinan perguruan tinggi negeri/swasta di Provinsi Lampung, beserta para dewan riset daerah Lampung.[]