Dosen FKIP dan PGRI Edukasi Guru di Lamtim Tangkal Disinformasi Melalui Optimasi AI

(Unila): Tim Dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lampung (Unila) menjalin kolaborasi strategis dengan Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) Wilayah Lampung. Sinergi ini diwujudkan melalui program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang sukses diselenggarakan pada Sabtu, 1 Agustus 2026.

Kegiatan yang dilaksanakan di UPTD SDN Mandalasari, Desa Mandalasari, Kecamatan Mataram Baru, Kabupaten Lampung Timur dengan tema “Optimalisasi Penggunaan Artificial Intelligence (AI) dalam Meningkatkan Kewaspadaan dan Ketahanan Masyarakat terhadap Penyebaran Disinformasi.”

Kegiatan ini mendapat antusiasme tinggi dan dihadiri oleh jajaran pemangku kepentingan pendidikan. Turut hadir Susarni S.Pd. selaku Koordinator Wilayah (Korwil) Pendidikan Tingkat Kecamatan Mataram Baru, Andre Wibowo S.Pd. selaku Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kecamatan Mataram Baru, Aris Rahman Hakim S.Pd Kepala Sekolah SDN Mandalasari selaku tuan rumah, serta para kepala sekolah dan guru anggota PGRI yang berasal dari tingkat PAUD/ RA hingga SMA/SMK.

Untuk memastikan edukasi literasi digital dan pemanfaatan AI tersampaikan secara komprehensif, panitia menghadirkan tiga narasumber pakar, yaitu Dr. Bayu Saputra, S.Pd., M.Pd. (Ketua Tim PKM sekaligus Dosen FKIP Unila), Rafista Deviyanti, S.Pd., M.Pd. (Anggota Pengabdian dan Dosen FKIP Unila), dan Yoga Pratama, S.Hub.Int. (Ketua Dewan Perwakilan Wilayah Mafindo Lampung).

Kesuksesan program pengabdian ini juga tidak lepas dari kerja keras dan dedikasi seluruh anggota tim pengabdian FKIP Unila yang merupakan kolaborasi antara dosen dan mahasiswa, yaitu Dr. Bayu Saputra, S.Pd., M.Pd., Dian Permata Sari, M.Pd., Ghea Chandra Surawan, M.Pd., Rafista Deviyanti, S.Pd., M.Pd., Dr. Kusno Setiadi, M.Pd., Fikri Ibnu Fauzan, Aura Daniarta, Laurino Pangestu, Novita Fitriyani, Angela Merici Resti Restu, Nestyo Rizky Prasetyo.

Antusiasme peserta juga terlihat dari tanggapan positif yang diberikan seusai acara. Salah satu peserta, Septi Kusuma Ningrum, S.Pd., guru dari SDN Gunung Pasir Lampung Timur, mengungkapkan bahwa kegiatan ini memberikan edukasi yang lebih dalam terkait pencegahan penyebaran disinformasi terutama dengan maraknya penipuan yang menggunakan AI. Ia pun mengungkapkan ke depannya akan lebih awas lagi dalam menerima informasi

“Ke depannya bila saya mendapat informasi hoax saya akan segera melaporkan ke pihak terkait, dan tadi juga sudah diberi tau harus melapor ke siapa beserta nomor yang dapat dihubungi,” ujarnya.

Sejalan dengan yang diungkapkan, Darwati bahwa ia pun pernah mendapat informasi hoax, di mana pelaku menggunakan AI untuk membuat informasi palsu terkait kecelakaan anggota keluarganya dengan memberikan bukti foto wajah yang benar benar mirip. Sehingga dengan adanya pelatihan ini membuat Darwati lebih teliti lagi dalam memproses segala informasi.

Kehadiran perwakilan dari Mafindo Lampung bersama para akademisi Unila memberikan pembekalan mendalam terkait bagaimana teknologi AI dapat dioptimalkan sebagai alat untuk membentengi lingkungan dari hoaks. Melalui program ini, para guru diharapkan dapat bertransformasi menjadi agen literasi digital yang menjadi garda terdepan dalam menjaga ketahanan informasi di lingkungan sekolah maupun masyarakat sekitarnya. [Rilis]