(Unila): Peringati Dies Natalis ke 24, Senin (18/11/2019), Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Lampung (Unila) mengusung tema “Dengan Semangat Gotong Royong, Kita Wujudkan FMIPA Unila yang Lebih Baik”.

Nampak hadir Rektor Universitas Lampung Prof. Dr. Ir. Hasriadi Mat Akin, M.P., didampingi para dekan, kabag, kasubbag, sekretaris dan ketua jurusan, para tenaga pendidik, tenaga kependidikan, serta mahasiswa di lingkungan FMIPA.

Dekan FMIPA Drs. Suratman, M.Sc., menyampaikan, FMIPA mengalami kemajuan cukup signifikan terutama infrastruktur. FMIPA sejak tahun 1998 melakukan pembangunan gedung. “Saat ini sudah diberi gedung baru. Semoga dies natalis ke-25 nanti bisa digelar di lantai 4 gedung pascasarjana yang saat ini masih dalam proses,” ujarnya.

Di sisi lain, FMIPA pada tahun ini memiliki capaian yang baik. Beberapa program studi (prodi) sudah mengantongi akreditasi A di antaranya biologi, ilmu komputer, kimia, dan fisika. Dalam waktu dekat FMIPA juga akan mendapat visitasi asesor BAN-PT. “Kita optimistis jurusan matematika akan mendapat akreditasi A juga,” kata dia.

Selain akreditasi, FMIPA juga berhasil menambah dua guru besar yang telah dikukuhkan sekaligus dua dosen bergelar doktor. “Seluruhnya merupakan keberhasilan kita semua. Untuk itu kita harus bekerja lebih keras, bahu membahu untuk kemajuan FMIPA Unila ke depan,” terangnya.

Prof. Hasriadi saat sambutan mengucapkan selamat kepada FMIPA yang kini berusia 24 tahun dan sudah menyumbangkan banyak prestasi dalam rangka mendukung kemajuan Universitas Lampung.

Sesuai tagline Unila ‘Berkarya dan Berinovasi untuk Bangsa’ yang ia canangkan pada 2016 silam, dirinya berupaya membangun pola pikir dalam berinovasi sesuai misi kemenristekdikti saat itu.

“Salah satu pertimbangan saya saat itu adalah FMIPA dengan filosofinya yakni memperkuat fakultas lain seperti pertanian, kedokteran, teknik dan sebagainya. Yang mengkaji IPA dasar dan IPA terapan itu ada di MIPA. Kalau dua ini terhenti maka teknologi juga akan berhenti,” urainya.

Hasriadi mengimbau, sumber daya manusia MIPA harus benar-benar kuat. IPA dasar berkaitan dengan kerja alat sedangkan IPA terapan bagaimana mengendalikan sekaligus teknologi apa yang dipakai.

“Dengan ilmu dasar yang kuat, maka alumninya bisa beradaptasi secara cepat di manapun karena dia telah menguasai ibunya ilmu.”[Penda_Humas]