(Unila) : Lembaga Penelitian Universitas Lampung (Lemlit Unila) mendapatkan Dana Penelitian Mandiri (DPM) dari Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) sebesar Rp3,55 miliar. Jumlah tersebut merupakan dana hibah kompetitif nasional.

“Kita sudah dikontak Dikti 5 Mei lalu untuk pencairannya. Rencananya dana ini akan digunakan untuk membiayai 28 judul penelitian yang sudah diakomodasi Lemlit Unila hingga hari ini,” ujar Ketua Lemlit Unila Dr.Eng. Admi Syarif, Kamis (8/5) lalu.

Lemlit Unila selain mendapatkan dari penelitian hibah kompetitif nasional akan mengakomodasi berbagai bentuk pencairan anggaran penelitian pemerintah lainnya meski secara besaran dana tidak sebanyak kompetitif nasional.

“Untuk perguruan tinggi negeri (PTN) wilayah Sumatera, capaian Unila tetaplah yang tertinggi,” ujarnya.

Admi menambahkan, selain pembiayaan penelitian melalui hibah kompetitif nasional, peneliti Unila juga memperoleh dana riset melalui anggaran Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN).

“Memang dana kompetitif nasional besar tidak sebanding dengan banyak penurunan dari dana BOPTN yang masih kecil dengan total Rp14 miliar,” terangnya.

Berkaca pada hal itu Rektor Unila Prof. Dr. Sugeng P. Harianto, M.S., beserta jajaran terkait termasuk Lemlit Unila memberi perhatian dan upaya lebih agar dalam waktu dekat dengan berbagai bentuk langkah strategis BOPTN Unila bisa meningkat.

“Hingga kini ada 3 dana penelitian Unila yakni dari internal seperti Dipa Unila, lalu untuk eksternal meliputi Dana Desentralisasi yang sumbernya BOPTN dan Dana Penelitian Mandiri bersumber dana kompetitif nasional,” paparnya.

Untuk menambah segala kemungkinan guna meningkatkan laba dana penelitian, Unila mengambil langkah alternatif dengan mencari sumber dana penelitian lain seperti dari Kemenristek. Pasalnya, sebagai lembaga yang juga mendorong iptek di kampus, Lemlit Unila juga didorong penelitian berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.[] Inay

Bagikan konten ini :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •