CCED Kupas Tuntas SKKNI

28164743_397365164057038_339045018604254662_o
28164770_397365364057018_6546318993025505776_o
28234936_397364974057057_2104471063089803884_o
28337510_397365504057004_2813668762977763626_o
28423602_397364917390396_8153512023958014339_o

PENGEMBANGAN kompetensi sumber daya manusia semakin digalakkan oleh banyak negara terutama negara berkembang. Hal ini dilakukan guna mempersiapkan generasi berkompeten yang dapat membenahi negaranya dan mampu bersaing di era globalisasi.

Upaya mengukur kemampuan warga negaranya ini juga berlaku di Indonesia. Di negara ini sebuah Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) digunakan sebagai acuan di dalam sebuah pembinaan.

Untuk itu Universitas Lampung (Unila) melalui unit kerja CCED mengadakan diskusi “Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) Bidang Manajemen Sumber Daya Manusia”.

Kegiatan yang berlangsung di Gedung Rektorat lantai II, Sabtu (24/02/2018), ini dibuka Rektor Unila Profesor Hasriadi Mat Akin didampingi Presiden Indonesia Career Centre Network (ICCN) yang juga menjabat Kepala ITB Career Centre Dr. Eng. Bambang Setia Budi, S.T. M.T.

Hasriadi pada sambutannya mengatakan, di era revolusi industri tahap IV ini banyak sekali jenis pekerjaan maupun profesi yang mensyaratkan berbagai kompetensi. Tentunya hal itu berkaitan erat dengan ketersediaan sumber daya manusia yang memiliki kualifikasi.

Karena itu Perguruan Tinggi, khususnya Unila harus mengadaptasi SKKNI dalam kurikulum pembelajarannya. Lulusan Perguruan Tinggi harus mempunyai spesifikasi tertentu yang disyaratkan dalam koalisi Indonesia.
“Oleh karena itu kita perlu mencoba kurikulum SKKNI. Jika tidak, kita tidak pernah bisa mengirimkan SDM kita ke negara lain,” ujarnya.

Dr. Ayi Ahadiat selaku Kepala CCED menambahkan, diskusi ini merupakan momen yang sudah lama ditunggu, pihaknya pun menghadirkan pembicara berkompeten yakni Dr. Ir. Yunus Triyonggo, M.M., selaku Ketua Umum Indonesia Human Recources Institute.

Adapun peserta berasal dari CDA IPB, CDA UNSRI, CDA ITS, UIN RIL, NESTLE, dan sejumlah dosen di lingkungan Unila.
Menurut Ayi, CCED mengadakan even ini agar secara internal bisa mengenal sekaligus belajar bersama mengenai suasana industri kerja ke depannya.

Diharapkan diskusi kupas tuntas ini mampu memberi pemahaman dari berbagai perspektif yang pada akhirnya memperkuat SKKNI khususnya di bidang SDM di lingkungan Unila.

Pada kesempatan yang sama Bambang Setia Budi mengungkapkan, Perguruan Tinggi merupakan unit sekaligus garda terdepan khususnya di dunia kampus dan dunia kerja. “Melalui pusat pengembangan karir, kita bisa semakin mendekatkan dunia kerja dan dunia kampus.”[Mamanda/Inay_Humas]